Selasa, 01 Juni 2010

Cakap-Cakap mengenai Opini

Wakil Ketua KOMPAK Menyampaian Materi tentang Opini (Artikel dan Esai)

”Artikel dan esai masuk dalam kategori opini,” demikian Rudi Hartono Saragih selaku wakil ketua KOMPAK menyampaikan materinya pada pertemuan KOMPAK yang diadakan pada tanggal 15 Mei 2010, pukul 15.00, bertempat di sekretariat KOMPAK, Taman Budaya Sumatera Utara. Tidak panjang lebar, ia langsung menyampaikan teori singkat bahwa esai lebih banyak berisi tentang pendapat-pendapat pribadi yang belum banyak diperkuat oleh sumber-sumber lainnya, namun setelah esai itu disisipkan sumber-sumber penguat atas pendapat pribadi dinamakan artikel.
Berangkat dari penjelasan singkat itu, Rudi langsung menyuruh seluruh anggota yang hadir, yaitu: Sri Rizki Handayani sebagai ketua sekaligus pemimpin pertemuan, Wahyu Wiji Astuti, Ria Ristiana Dewi, Erny Wirda Ningsih, Dewi Fitriana, Suryani Sitorus, Zuliana Ibrahim, dan Sari Lestari untuk menyediakan secarik kertas dan pulpen. Sebagai awal, ia langsung menyungguhkan kalimat ”Sastra di sekolah” dan ia memberikan waktu kepada anggota untuk mencatat pendapatnya tentang sastra di sekolah. Seluruh anggota mulai serius menuliskannya. Setelah selesai, Rudi mempersilahkan agar anggota membacakan tulisannya secara bergantian kemudian Rudi memberikan sedikit masukan-masukan bahwa lebih baik dari tulisan itu didapatkan sebuah masalah didalamnya. Kemudian dilanjutkan dengan kalimat kedua ”Peran media masa terhadap sastra”, seterusnya kalimat ”Tanggapan beberapa orang terhadap sastra”, terakhir ”Solusi atas masalah terhambatnya perkembangan sastra.” seluruhnya dijabarkan pendapat masing-masing anggota. Setelah selesai, Rudi memberi tambahan bahwa tulisan yang terpotong-potong itu merupakan bagian dari penjabaran kerangkanya dan untuk membuat esai tinggal digabungkan seluruhnya. Anggota juga dibebaskan memilih judulnya masing-masing yang tepat terhadap tulisan itu.
Dari esai yang telah dituliskan tadi, Rudi menyarankan agar tulisan yang masih berupa esai tersebut disisipkan beberapa sumber seperti undang-undang yang berkaitan, pendapat beberapa tokoh, hasil seminar, dari buku, koran, dan lainnya. Setelah disisipkan jadilah tulisan itu berupa artikel. Untuk jumlah karakternya sendiri sekitar 6000-14000 karakter.
Seluruh anggota pun langsung bersemangat. Semua serius menunjukkan tekadnya menyelesaikan artikel yang diarahkan Rudi saat itu juga. Kemalasan pun dilawan dan akhirnya mereka bisa! (Ria)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar