Sabtu, 21 November 2009

puisi

DEDIKASI SEORANG PAMONG
Untuk taman siswa

Pagi menjagamu dari tidur
Dinginnya air mengguyur tubuhmu
Kau kenakan seragam batik kebanggaanmu
Di bayangmu ada harapan cerah

Anak bangsa
Kau cium jemari ibu sebelum engkau berangkat
Tak lupa ibu merogoh saku,
Atau meminjam demi cita-citamu
Tatapannya iba, cemerlang tiada tara

Sedang di sana
Pamong, pelita hidup berdiri setia menunggumu
Pagi buta dia bergegas
Siap untuk masa depanmu, membangun jembatan lorong kehidupan

Tapi kenapa engkau ingkar anakku
Bertindak semaumu melepas moral edukasi
Dimana tekadmu kemarin?
Tidakkah engkau ingat pesan ibu tadi pagi?!
Yang tidak pernah bisu, selalu berdoa untukmu
Harapan ibu ada di pundakmu
Anakku, aku tidak mau kelak kau manjadi TKI
Yang disetrika, diperkosa, ditipu majikan karena kebodohan
Aku tidak mau kau menjadi peminta-minta, menjadi tikus yang menggerogoti kekayaan bangsa ini
Jangan kau jadi pembantu di negerimu
Jadilah anak indonesia, generasi terbaik bangsa

Lihatlah betapa setianya pamongmu
Meninggalkan keluarga di pagi hari mendidikmu
Menanamkan dedikasi tanpa batas
Pintal semangat untuk memotivasimu
Merajut martabat bangsa dalam hidupmu

Jiwa mereka mengalir
Menumpu harap bersamamu

Setiap detak nadinya
Diabdikan untukmu
Betapa mulianya mereka, pamongmu

Karya Rudi Saragih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar