Wakil Ketua KOMPAK Menyampaian Materi tentang Opini (Artikel dan Esai)
”Artikel dan esai masuk dalam kategori opini,” demikian Rudi Hartono Saragih selaku wakil ketua KOMPAK menyampaikan materinya pada pertemuan KOMPAK yang diadakan pada tanggal 15 Mei 2010, pukul 15.00, bertempat di sekretariat KOMPAK, Taman Budaya Sumatera Utara. Tidak panjang lebar, ia langsung menyampaikan teori singkat bahwa esai lebih banyak berisi tentang pendapat-pendapat pribadi yang belum banyak diperkuat oleh sumber-sumber lainnya, namun setelah esai itu disisipkan sumber-sumber penguat atas pendapat pribadi dinamakan artikel.
Berangkat dari penjelasan singkat itu, Rudi langsung menyuruh seluruh anggota yang hadir, yaitu: Sri Rizki Handayani sebagai ketua sekaligus pemimpin pertemuan, Wahyu Wiji Astuti, Ria Ristiana Dewi, Erny Wirda Ningsih, Dewi Fitriana, Suryani Sitorus, Zuliana Ibrahim, dan Sari Lestari untuk menyediakan secarik kertas dan pulpen. Sebagai awal, ia langsung menyungguhkan kalimat ”Sastra di sekolah” dan ia memberikan waktu kepada anggota untuk mencatat pendapatnya tentang sastra di sekolah. Seluruh anggota mulai serius menuliskannya. Setelah selesai, Rudi mempersilahkan agar anggota membacakan tulisannya secara bergantian kemudian Rudi memberikan sedikit masukan-masukan bahwa lebih baik dari tulisan itu didapatkan sebuah masalah didalamnya. Kemudian dilanjutkan dengan kalimat kedua ”Peran media masa terhadap sastra”, seterusnya kalimat ”Tanggapan beberapa orang terhadap sastra”, terakhir ”Solusi atas masalah terhambatnya perkembangan sastra.” seluruhnya dijabarkan pendapat masing-masing anggota. Setelah selesai, Rudi memberi tambahan bahwa tulisan yang terpotong-potong itu merupakan bagian dari penjabaran kerangkanya dan untuk membuat esai tinggal digabungkan seluruhnya. Anggota juga dibebaskan memilih judulnya masing-masing yang tepat terhadap tulisan itu.
Dari esai yang telah dituliskan tadi, Rudi menyarankan agar tulisan yang masih berupa esai tersebut disisipkan beberapa sumber seperti undang-undang yang berkaitan, pendapat beberapa tokoh, hasil seminar, dari buku, koran, dan lainnya. Setelah disisipkan jadilah tulisan itu berupa artikel. Untuk jumlah karakternya sendiri sekitar 6000-14000 karakter.
Seluruh anggota pun langsung bersemangat. Semua serius menunjukkan tekadnya menyelesaikan artikel yang diarahkan Rudi saat itu juga. Kemalasan pun dilawan dan akhirnya mereka bisa! (Ria)
Sebuah Kreativitas, Inisiatif dan Abdi terhadap bahasa dan Sastra Indonesia
Selasa, 01 Juni 2010
Selasa, 22 Desember 2009
MERAJUT ASA
Eva Ardiana*
Angka tercuar
Melambung perlahan namun pasti
Meraba walau berani
Merajut asa meski ragu
Melangkah berayun,
Beriring melawan mata angin
Bersama pelita bangsa muda
Pecinta bahasa
RANAH KOMPAK, 23 Des 09
*Anggota KOMPAK
Angka tercuar
Melambung perlahan namun pasti
Meraba walau berani
Merajut asa meski ragu
Melangkah berayun,
Beriring melawan mata angin
Bersama pelita bangsa muda
Pecinta bahasa
RANAH KOMPAK, 23 Des 09
*Anggota KOMPAK
SELAMAT ULANG TAHUN KOMPAK
Rudi saragih
Akhirnya,,,
Setahun telah pucukmu berseri
Beri hikmah tinggikan abdi
Tebarkan niat, dalam kekompakan
Bersama mengembangkan minat kepenulisan
Selamat Ulang Tahun Kompak
Sari Lestari Sinaga*
Secarik kabut kukutip di saku jantung
hampir layu
ada dahan
berpucuk syukur
Raja desahmu
melekat di detik langkahku
Di Ulang tahun ini
kupintal akar bersama senyum Kompak
RANAH KOMPAK, 23 Des 09
*Anggota KOMPAK
KOMUNITAS PENULIS ANAK KAMPUS
Serambi KOMPAK
SEKILAS TENTANG KOMUNITAS PENULIS ANAK KAMPUS (KOMPAK) A. Sejarah Singkat Kelahiran KOMPAK Pada awalnya salah seorang aktivis lembaga kampus yaitu Dani Sukma Agus Setiawan (mahasiswa UNIMED) mempunyai gagasan untuk membentuk sebuah wadah intrakampus yang berkonsentrasi penuh pada ranah kepenulisan. Gagasan tersebut mendapat sambutan hangat dari Rudi Hartono Saragih (mahasiswa Universitas Negeri Medan), Sri Rizki Handayani dan Budianto (mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara). Karena wadah ini merupakan kumpulan dari beberapa kampus, maka keempat pemrakarsa sepakat memberikan nama KOMPAK (Komunitas Penulis Anak Kampus) pada wadah tersebut. Keempat pemrakarsa juga sepakat member nama pada tim mereka dengan sebutan Catur Karya. Kata “catur” berarti empat, sedangkan “karya” merupakan mencipta atau menghasilkan sesuatu. Jadi catur karya bermankna empat orang yang mencipta atau menghasilkan sesuatu. Catur karya bekerja sama dan sama-sama bekerja menyatukan gagasan-gagasan selektifitas. Setelah melalui musyawarah panjang berdasarkan pemikiran-pemikiran dari catur karya, maka Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) dideklarasikan atau resmi dibentuk pada tanggal 23 Desember 2008 bertepatan tanggal di gedung Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Kronologis Kelahiran KOMPAK Dilihat dari segi kronologis sejarah kelahiran KOMPAK, tidak terlepas dari tuntutan menumbuhkembangkan aspek keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menumbuhkembangkan budaya menulis merupakan aspek yang seharusnya melekat dalam diri mahasiswa. Namun dilematisnya sering sekali budaya menulis hanya sebagai rutinitas memburu gelar akademik semata. Dengan kata lain wabah menulis yang menjangkiti paradigma berpikir seorang mahasiswa hanya demam S.Pd (sarjana Pendidikan) yang begitu kronis untuk diobati. Bukan bermaksud menaifkan gelar, tetapi alangkah baiknya jika gelar itu ditunjang dengan keterampilan menulis. Untuk mampu menulis mahasiswa harus sering menyimak informasi, membaca beberapa referensi dan bertukar fikiran dengan orang lain. Artinya dengan menulis seorang mahasiswa akan berpengetahuan luas dan wajib bagi mahasiswa untuk meningkatkan wawasannya. Oleh karena itulah catur karya termotivasi untuk membentuk wadah kepenulisan guna menumbuhkembangkan budaya menulis. Jadi sebagai mahasiswa kita harus mencatat sejarah. Karena, sejarah tidak akan pernah mencatat dirinya sendiri jika kita tidak pernah mencatatnya. B. Azas, Sifat, dan Tujuan Umum a. Azas Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) berasaskan Pancasila b. Sifat KOMPAK adalah organisasi kemahasiswaan yang bersifat independen, ilmiah serta professional yang berorientasi pada kemajuan, keahlian dan peningkatan potensi penulisan. c. Tujuan KOMPAK bertujuan untuk melahirkan profesionalitas dan karakter penulis yang handal, memiliki dedikasi yang tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dari aspek kepenulisan serta untuk memasyarakatkan karya melalui media massa. C. Visi dan Misi KOMPAK a. Visi Pengembangan sastra Indonesia dalam pembangunan bangsa. b. Misi 1. Mempercepat silaturrahmi antar pelaku seni 2. Mengoptimalkan pola berpikir, berperilaku dan berbudaya sastra melalui pelatihan 3. Memaksimalkan pengiriman karya ke media massa secara lebih aktif 4. Mengaplikasikan karya dalam bentuk seni pertunjukan 5. Menerbitkan buku sastra D. Kepemimpinan dan Keanggotaan KOMPAK a. Kepemimpinan 1. Diangkat melalui forum permusyawaratan resmi untuk masa jabatan tertentu 2. Bersifat demokratis dan religious serta memiliki loyalitas dan dedikasi atas tugas dan tanggung jawab b. Keanggotaan 1. Terdiri dari mahasiswa yang memiliki visi dan misi yang sama dengan KOMPAK 2. Diatur dengan system administrasi tertentu 3. Masa aktif keanggotaan 2 tahun setelah selesai studi 4. Pelatihan dan pengembangan anggota merupakan sasaran dan prioritas utama aktivitas KOMPAK E. Pengambilan Keputusan 1. Keputusan hanya dapat dilakukan melalui musyawarah resmi 2. Keputusan yang menyangkut teknis operasional dan hal-hal yang insidentil dapat diambil oleh unsure pimpinan tertentu. F. Struktur Organisasi KOMPAK Struktur organisasi KOMPAK terdiri atas Penasehat, Pembina, Ketua Umum, wakil Ketua, Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris, Bendahara dan beberapa Koordinator.
SEKILAS TENTANG KOMUNITAS PENULIS ANAK KAMPUS (KOMPAK) A. Sejarah Singkat Kelahiran KOMPAK Pada awalnya salah seorang aktivis lembaga kampus yaitu Dani Sukma Agus Setiawan (mahasiswa UNIMED) mempunyai gagasan untuk membentuk sebuah wadah intrakampus yang berkonsentrasi penuh pada ranah kepenulisan. Gagasan tersebut mendapat sambutan hangat dari Rudi Hartono Saragih (mahasiswa Universitas Negeri Medan), Sri Rizki Handayani dan Budianto (mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara). Karena wadah ini merupakan kumpulan dari beberapa kampus, maka keempat pemrakarsa sepakat memberikan nama KOMPAK (Komunitas Penulis Anak Kampus) pada wadah tersebut. Keempat pemrakarsa juga sepakat member nama pada tim mereka dengan sebutan Catur Karya. Kata “catur” berarti empat, sedangkan “karya” merupakan mencipta atau menghasilkan sesuatu. Jadi catur karya bermankna empat orang yang mencipta atau menghasilkan sesuatu. Catur karya bekerja sama dan sama-sama bekerja menyatukan gagasan-gagasan selektifitas. Setelah melalui musyawarah panjang berdasarkan pemikiran-pemikiran dari catur karya, maka Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) dideklarasikan atau resmi dibentuk pada tanggal 23 Desember 2008 bertepatan tanggal di gedung Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Kronologis Kelahiran KOMPAK Dilihat dari segi kronologis sejarah kelahiran KOMPAK, tidak terlepas dari tuntutan menumbuhkembangkan aspek keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menumbuhkembangkan budaya menulis merupakan aspek yang seharusnya melekat dalam diri mahasiswa. Namun dilematisnya sering sekali budaya menulis hanya sebagai rutinitas memburu gelar akademik semata. Dengan kata lain wabah menulis yang menjangkiti paradigma berpikir seorang mahasiswa hanya demam S.Pd (sarjana Pendidikan) yang begitu kronis untuk diobati. Bukan bermaksud menaifkan gelar, tetapi alangkah baiknya jika gelar itu ditunjang dengan keterampilan menulis. Untuk mampu menulis mahasiswa harus sering menyimak informasi, membaca beberapa referensi dan bertukar fikiran dengan orang lain. Artinya dengan menulis seorang mahasiswa akan berpengetahuan luas dan wajib bagi mahasiswa untuk meningkatkan wawasannya. Oleh karena itulah catur karya termotivasi untuk membentuk wadah kepenulisan guna menumbuhkembangkan budaya menulis. Jadi sebagai mahasiswa kita harus mencatat sejarah. Karena, sejarah tidak akan pernah mencatat dirinya sendiri jika kita tidak pernah mencatatnya. B. Azas, Sifat, dan Tujuan Umum a. Azas Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) berasaskan Pancasila b. Sifat KOMPAK adalah organisasi kemahasiswaan yang bersifat independen, ilmiah serta professional yang berorientasi pada kemajuan, keahlian dan peningkatan potensi penulisan. c. Tujuan KOMPAK bertujuan untuk melahirkan profesionalitas dan karakter penulis yang handal, memiliki dedikasi yang tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dari aspek kepenulisan serta untuk memasyarakatkan karya melalui media massa. C. Visi dan Misi KOMPAK a. Visi Pengembangan sastra Indonesia dalam pembangunan bangsa. b. Misi 1. Mempercepat silaturrahmi antar pelaku seni 2. Mengoptimalkan pola berpikir, berperilaku dan berbudaya sastra melalui pelatihan 3. Memaksimalkan pengiriman karya ke media massa secara lebih aktif 4. Mengaplikasikan karya dalam bentuk seni pertunjukan 5. Menerbitkan buku sastra D. Kepemimpinan dan Keanggotaan KOMPAK a. Kepemimpinan 1. Diangkat melalui forum permusyawaratan resmi untuk masa jabatan tertentu 2. Bersifat demokratis dan religious serta memiliki loyalitas dan dedikasi atas tugas dan tanggung jawab b. Keanggotaan 1. Terdiri dari mahasiswa yang memiliki visi dan misi yang sama dengan KOMPAK 2. Diatur dengan system administrasi tertentu 3. Masa aktif keanggotaan 2 tahun setelah selesai studi 4. Pelatihan dan pengembangan anggota merupakan sasaran dan prioritas utama aktivitas KOMPAK E. Pengambilan Keputusan 1. Keputusan hanya dapat dilakukan melalui musyawarah resmi 2. Keputusan yang menyangkut teknis operasional dan hal-hal yang insidentil dapat diambil oleh unsure pimpinan tertentu. F. Struktur Organisasi KOMPAK Struktur organisasi KOMPAK terdiri atas Penasehat, Pembina, Ketua Umum, wakil Ketua, Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris, Bendahara dan beberapa Koordinator.
Sabtu, 21 November 2009
puisi
DEDIKASI SEORANG PAMONG
Untuk taman siswa
Pagi menjagamu dari tidur
Dinginnya air mengguyur tubuhmu
Kau kenakan seragam batik kebanggaanmu
Di bayangmu ada harapan cerah
Anak bangsa
Kau cium jemari ibu sebelum engkau berangkat
Tak lupa ibu merogoh saku,
Atau meminjam demi cita-citamu
Tatapannya iba, cemerlang tiada tara
Sedang di sana
Pamong, pelita hidup berdiri setia menunggumu
Pagi buta dia bergegas
Siap untuk masa depanmu, membangun jembatan lorong kehidupan
Tapi kenapa engkau ingkar anakku
Bertindak semaumu melepas moral edukasi
Dimana tekadmu kemarin?
Tidakkah engkau ingat pesan ibu tadi pagi?!
Yang tidak pernah bisu, selalu berdoa untukmu
Harapan ibu ada di pundakmu
Anakku, aku tidak mau kelak kau manjadi TKI
Yang disetrika, diperkosa, ditipu majikan karena kebodohan
Aku tidak mau kau menjadi peminta-minta, menjadi tikus yang menggerogoti kekayaan bangsa ini
Jangan kau jadi pembantu di negerimu
Jadilah anak indonesia, generasi terbaik bangsa
Lihatlah betapa setianya pamongmu
Meninggalkan keluarga di pagi hari mendidikmu
Menanamkan dedikasi tanpa batas
Pintal semangat untuk memotivasimu
Merajut martabat bangsa dalam hidupmu
Jiwa mereka mengalir
Menumpu harap bersamamu
Setiap detak nadinya
Diabdikan untukmu
Betapa mulianya mereka, pamongmu
Karya Rudi Saragih
Untuk taman siswa
Pagi menjagamu dari tidur
Dinginnya air mengguyur tubuhmu
Kau kenakan seragam batik kebanggaanmu
Di bayangmu ada harapan cerah
Anak bangsa
Kau cium jemari ibu sebelum engkau berangkat
Tak lupa ibu merogoh saku,
Atau meminjam demi cita-citamu
Tatapannya iba, cemerlang tiada tara
Sedang di sana
Pamong, pelita hidup berdiri setia menunggumu
Pagi buta dia bergegas
Siap untuk masa depanmu, membangun jembatan lorong kehidupan
Tapi kenapa engkau ingkar anakku
Bertindak semaumu melepas moral edukasi
Dimana tekadmu kemarin?
Tidakkah engkau ingat pesan ibu tadi pagi?!
Yang tidak pernah bisu, selalu berdoa untukmu
Harapan ibu ada di pundakmu
Anakku, aku tidak mau kelak kau manjadi TKI
Yang disetrika, diperkosa, ditipu majikan karena kebodohan
Aku tidak mau kau menjadi peminta-minta, menjadi tikus yang menggerogoti kekayaan bangsa ini
Jangan kau jadi pembantu di negerimu
Jadilah anak indonesia, generasi terbaik bangsa
Lihatlah betapa setianya pamongmu
Meninggalkan keluarga di pagi hari mendidikmu
Menanamkan dedikasi tanpa batas
Pintal semangat untuk memotivasimu
Merajut martabat bangsa dalam hidupmu
Jiwa mereka mengalir
Menumpu harap bersamamu
Setiap detak nadinya
Diabdikan untukmu
Betapa mulianya mereka, pamongmu
Karya Rudi Saragih
Jumat, 13 November 2009
Esai
Konsistensi mendatangkan perubahan
Oleh Kimura Patar Tamba (KPT)*
Diakhir ceritanya sang sutradara menyampaikan pesannya melalui film ini.
“Apakah yang membuat manusia itu menjadi manusia sejati, apakah karna kemampuannya, kedudukannya, ataukah latar belakangnya? Yang membuat manusia itu menjadi manusia sejati adalah karena pilihannya.” Tentu kita sudah tahu bahwa ini adalah penggalan dialog dalam film HellBoy.
Saya rasa banyak benarnya, bahwa yang menentukan siapa kita adalah pilihan kita. Apakah kita memilih untuk memposisikan diri sesuai dengan posisi kita. Apakah kita memilih untuk sungguh-sungguh sekolah atau tidak, apakah kita sungguh-sungguh mengajar atau tidak itu semua tergantung pilihan kita. Bukan semata-mata karena kemampuan kita, karena ternyata banyak orang yang berkemampuan di atas rata-rata justru berada di bawah rata-rata.
Memang sulit untuk menjatuhkan pilihan, perlu komitmen. Karena suatu pilihan adalah komitmen, pilihan tanpa komitmen adalah membual. Berkomitmen untuk melakukan dan menghidupi pilihan itu, karena Tuhan pun mengijinkan kita dalam keadaan sekarang semua adalah untuk yang terbaik bagi hidup kita. Hanya saja apakah kita menghidupi pilihan itu atau memungkirinya. Sikap kita terhadap pilihan kitalah yang mempengaruhi keadaan kita sekarang, karena banyak yang mengeluh akan keadaannya, ingin melakukan perubahan tetapi malah tekungkung dalam keadaan yang semakin rumit.
Tidak perlu suatu kejadian untuk memulai suatu perubahan tetapi konsistensi untuk memegang komitmen dari waktu ke waktu akan memberi perubahan yang besar.
Terkadang kita menunggu-nunggu suatu kejadian untuk bisa merubah diri kita, bukan hanya itu sering kali kita mengharapkan perubahan itu datang menghampiri kita seperti sulap atau mujijat semacam itulah. Jika kita menunggu-nunggu ada suatu moment,memang baik bahkan perlu, tapi sampai kapan moment itu datang?
Konsistensi dalam memegang komitmen itulah yang akan membuat suatu perubahan, apakah kita konsisten untuk komitmen kita sebagai siswa, sebagai guru, sebagai mahasiswa, dll. Pilihan kita untuk menduduki posisi kita direpresentasikan dalam sebuah komitmen. Komitmen sebagai siswa tentu adalah belajar keras, komitmen sebagai guru adalah mengabdi, dll. Hanya saja banyak yang tidak menyadari komitmen dalam posisinya.
Tentulah komitmen dipresentasikan oleh suatu sikap, karena secara defenisi pun berkata demikian bahwa komitmen adalah kesesuaian perkataan dengan tindakan.
Setelah pilihan kita jatuhkan, biarkan waktu yang menjawab apa selanjutnya karena kualitas perubahan itu tidak hanya bicara prestasi tetapi juga proses pendewasaan. Mungkin saja perubahan itu mengarah kegagalan tetapi mari melihat bahwa kegagalan itu adalah keberhasilan juga.
Dan akhirnya, mari kita renungkan perkataan dari mantan Presiden Amerika ini :
“Dalam hidup ini,tugas kita adalah bekerja keras sisanya biarkan Tuhan yang mengerjakannya”
(Dwight David Eisenhower).
*Mahasiswa Jurusan Matematika Unimed’06
Oleh Kimura Patar Tamba (KPT)*
Diakhir ceritanya sang sutradara menyampaikan pesannya melalui film ini.
“Apakah yang membuat manusia itu menjadi manusia sejati, apakah karna kemampuannya, kedudukannya, ataukah latar belakangnya? Yang membuat manusia itu menjadi manusia sejati adalah karena pilihannya.” Tentu kita sudah tahu bahwa ini adalah penggalan dialog dalam film HellBoy.
Saya rasa banyak benarnya, bahwa yang menentukan siapa kita adalah pilihan kita. Apakah kita memilih untuk memposisikan diri sesuai dengan posisi kita. Apakah kita memilih untuk sungguh-sungguh sekolah atau tidak, apakah kita sungguh-sungguh mengajar atau tidak itu semua tergantung pilihan kita. Bukan semata-mata karena kemampuan kita, karena ternyata banyak orang yang berkemampuan di atas rata-rata justru berada di bawah rata-rata.
Memang sulit untuk menjatuhkan pilihan, perlu komitmen. Karena suatu pilihan adalah komitmen, pilihan tanpa komitmen adalah membual. Berkomitmen untuk melakukan dan menghidupi pilihan itu, karena Tuhan pun mengijinkan kita dalam keadaan sekarang semua adalah untuk yang terbaik bagi hidup kita. Hanya saja apakah kita menghidupi pilihan itu atau memungkirinya. Sikap kita terhadap pilihan kitalah yang mempengaruhi keadaan kita sekarang, karena banyak yang mengeluh akan keadaannya, ingin melakukan perubahan tetapi malah tekungkung dalam keadaan yang semakin rumit.
Tidak perlu suatu kejadian untuk memulai suatu perubahan tetapi konsistensi untuk memegang komitmen dari waktu ke waktu akan memberi perubahan yang besar.
Terkadang kita menunggu-nunggu suatu kejadian untuk bisa merubah diri kita, bukan hanya itu sering kali kita mengharapkan perubahan itu datang menghampiri kita seperti sulap atau mujijat semacam itulah. Jika kita menunggu-nunggu ada suatu moment,memang baik bahkan perlu, tapi sampai kapan moment itu datang?
Konsistensi dalam memegang komitmen itulah yang akan membuat suatu perubahan, apakah kita konsisten untuk komitmen kita sebagai siswa, sebagai guru, sebagai mahasiswa, dll. Pilihan kita untuk menduduki posisi kita direpresentasikan dalam sebuah komitmen. Komitmen sebagai siswa tentu adalah belajar keras, komitmen sebagai guru adalah mengabdi, dll. Hanya saja banyak yang tidak menyadari komitmen dalam posisinya.
Tentulah komitmen dipresentasikan oleh suatu sikap, karena secara defenisi pun berkata demikian bahwa komitmen adalah kesesuaian perkataan dengan tindakan.
Setelah pilihan kita jatuhkan, biarkan waktu yang menjawab apa selanjutnya karena kualitas perubahan itu tidak hanya bicara prestasi tetapi juga proses pendewasaan. Mungkin saja perubahan itu mengarah kegagalan tetapi mari melihat bahwa kegagalan itu adalah keberhasilan juga.
Dan akhirnya, mari kita renungkan perkataan dari mantan Presiden Amerika ini :
“Dalam hidup ini,tugas kita adalah bekerja keras sisanya biarkan Tuhan yang mengerjakannya”
(Dwight David Eisenhower).
*Mahasiswa Jurusan Matematika Unimed’06
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Taubat Oleh Sadam* Hidup bagaikan durjana Tercebur ke dalam nista Membuatku jadi gila Hidupku berlumur dosa Merasa paling sempurna Terhentak...
-
Oleh: silvi e sipayug Indahnya pagi membuat aku menjadi semangat untuk melakukan aktivitas yang di lakukan setiap harinya yait...