Selasa, 10 Desember 2019

Kelas Ku

Karya: Risdame Purba
Pagi ini terasa sangat dingin sekali, tangan dan kaki terasa dingin sekali seperti es yang membeku, bibir pun sudah mulai membiru, badan terasa menggigil padahal sudah memakai kaus kaki tebal dan sudah pakai jaket tetap saja terasa dingin. Sewaktu aku ingin berangkat ke sekolah aku meminta ijin kepada orangtua ku dan menyalam-nya dan mamaku pun mengingatkan supaya rajin belajar, dengan begitu ada semangat untuk selalu hadir ke sekolah. Sesampainya di sekolah, matahari pun sudah memancarkan sinar-nya yang begitu indah, berwarna ke orange-orange-an. Aku menikmati keindahan mentari itu sejenak sebelum memasuki kelasku. Setelah badanku mulai terasa hangat dengan bantuan sinar matahari, aku sangat bergembira dan menambah semangat ku untuk memasuki kelas. Waktu itu adalah awal dimana aku memasuki kelas baru ku. Awalnya gugup dan takut bagaimana nanti-nya aku di kelas ku, tetapi banyak teman SMP ku dulu yang sekelas dengan ku . Dengan cepat aku mengambil kursi bagian depan. Namun, biarpun teman SMP aku masih merasa takut. Dan tak lama kemudian ada seorang perempuan bermana yang Yuliani yang berbadan gemuk dan tinggi. Namun dia menjadi teman satu meja ku .Wajah nya sedikit seram dan sifat nya agak sedikit galak. Pada pukul 07:15 bel sekolah pun berbunyi dan menyuruh kami berbaris ke lapangan ,aku melihat di sekitarku banyak wajah wajah wajah yang tidak aku kenali,aku semakin gugup untuk melihat ke arah mereka tapi terasa mereka semua menoleh ke arah ku, dan aku hanya terdiam saja 😁 Setelah semua sudah rapi berbaris pak guru pun langsung memberi arahan dan amanat untuk kami. Dia juga bercerita banyak tentang sekolah itu. Kemudian kami masuk ke ruangan ,kami saling bercerita tentang pengalaman selama libur semester dan tak lama kemudian datang lah guru keruangan kelas kami dan dan dia memperkenalkan dirinya sebagai guru. Kemudian Dia menyuruh kami untuk saling memperkenalkan diri ke teman-teman kami diawali dari saya. Pada pukul 09:50 bel pun berbunyi yang menandakan sudah waktunya istirahat. Kami menikmati waktu istirahat.seiring berjalannya waktu saya sudah mengenal lebih banyak teman di sekolah ku dan guru di sekolahku. Di kelasku sangat menyenangkan jika salah satu teman sedang sedih maka teman yang lainnya akan menghibur teman yang lagi sedih. Teman di kelas ku memiliki watak yang baik hati . Yuliana adalah teman semeja ku, awalnya dia sedikit cuek, sombong dan dia tidak peduli denganku. Namun seiring berjalannya waktu aku mulai mengenal lebih dekat dengan dia ternyata dia adalah seorang perempuan yang lucu,baik, pintar dan penolong, walaupun ada sedikit keras kepala heheh 😁😁. Banyak kisah yang ku ceritakan pada nya, bahkan aku sering curhat tentang kehidupanku kepadanya. Aku sangat senang mengenal dia, disaat aku sedang susah dia akan mencari cara untuk membuat aku kembali lagi tersenyum dan melakukan hal-hal konyol dengan dia.Tepat pukul 14:00 bel pun berbunyi dan menandakan sudah waktunya pulang tetapi sebelum itu kami harus bersih-bersih kelas dulu sebelum pulang dan setelah ruangan bersih kami pun disuruh untuk menutup ruangan kami dan kami pun pulang ke rumah masing-masing. Keesokan harinya kami pun kembali ke sekolah untuk melakukan proses mengajar kami seperti biasanya dan begitulah seterusnya. Aku sangat senang melalui hariku di sekolah walaupun kadang banyak hal-hal yang membuat aku sedih dan selalu membuat aku kepikiran tentang hal itu tapi di sekolah banyak kutemukan teman yang bisa menerima aku apa adanya seperti Yuliana yang sering kusebut dengan sebutan dinpeng. Banyak hal yang kuceritakan pada dinpeng mulai dari kisah di rumah di tempat-tempat umum di gereja dan bahkan kadang aku menceritakan tentang kisah ku kepadanya. Dikelas kami selalu tertawa dan kadang kami berantem dan kemudian kami musuhan dan kemudian kami lagi dan tertawa melihat tingkah kami yang kadang konyol. Kadang kami serius untuk belajar kami, kadang bermain-main untuk belajar semisalnya di saat aku sedang rajin belajar dan serius untuk belarjar dia akan mengganggu aku dan aku pun begitu ketika dia rajin dan serius belajar aku akan mengganggu dia dan mengajak dia untuk bermain-main hal-hal yang lucu dan melakukan hal-hal yang konyol bersama seperti orang gila, namun itu wajar saja karena kami sudah menganggap seperti saudara, kami saling melengkapi kami tidak malu dengan apa yang kami kerjakan setiap harinya karena itu hal itu kami anggap sudah biasa dilakukan oleh kakak dan adik. Namun di balik tingkah kami yang gila kami memiliki rasa persahabatan yang kuat dan kami saling berpengaruh satu sama lain misalnya saja dinpeng menyukai pelajaran fisika karena saling bergaul dan sering bersamanya saya juga menjadi suka fisika entah kenapa saya dan dinpeng menjadi jatuh cinta kepada pelajaran fisika. Namun dibalik tingkahnya yang aneh dan gila bintang yang juga memiliki sifat yang dapat dikatakan dapat dicontoh misalnya saja, Dinpeng sering memotivasi, dia sering memotivasi orang orang dengan rumus-rumus fisika misalnya saja hukum pertama Newton pada hukum pertama Newton itu adalah gaya sama dengan nol Jadi jika suatu benda yang bergerak lurus tidak akan berpengaruh jika tidak dipengaruhi oleh gaya seperti dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan terpengaruh kepada hal-hal buruk tanpa ada gaya-gaya atau pengaruh pengaruh buruk dari luar yang mempengaruhi orang tersebut begitulah menurut pendapatmu dan itu juga dapat masuk akal. Di dalam kelasku terdiri dari 34 siswa yang di mana kami ada 8 bersahabat yang di mana kami memang kerap bersama melakukan hal-hal konyol bersama dan belajar bersama dan kami sudah menganggap kami berdelapan itu kakak beradik yang dihubungkan dalam satu hubungan darah walaupun tidak semuanya seperti yang diharapkan Namun kami beranggapan bahwa kami itu dapat saling melengkapi untuk melangkah lebih maju karena kami sudah saling dekat satu sama lain setiap orang memiliki nama panggilan yang bisa dikatakan konyol misalnya saja Destri dipanggil destrong , lenny dipanggil lenong Delvina dipanggil delde, Vita dipanggil vitong, tioma dipanggil tayomee dan Elizabeth dipanggil subet. Namun lain dari persahabatan dan kekeluargaan kami seperti remaja biasanya saya juga mengalami yang namanya jatuh cinta. Dia memiliki paras yang tampan memiliki kulit yang hitam manis tinggi tidak terlalu gemuk dan memiliki gingsul satu lagi lesung pipit bagaimana tidak jatuh cinta dia merupakan sosok yang aku idam-idamkan ditambah lagi dia pintar bermain gitar menurutku itu adalah laki-laki yang perfect untukku namanya dear. Saya mencintai dia sejak kami duduk di bangku kelas 10 dia dulunya tidak menyukai saya entah kenapa dia tidak menyukai saya. Mungkin dia tidak suka dengan kekonyolan saya berlebihan dan dulu saya juga sering beradu akting di dalam kelas mungkin karena hal itu dia tidak suka kepada saya. namun yang tidak disangka di waktu saya sudah mulai untuk move on dari dia ternyata tidak tahu kenapa tumbuh rasa saling cinta di hatinya, memang saya berusaha untuk move on dari dia, namun move on itu tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Saya menceritakan hal tersebut kepada teman saya seluruh teman saya yaitu yang 8 tadi lalu tanpa disangka dear jatuh cinta kepada saya tepatnya pada tanggal 23 tepatnya di bulan September pada jam terakhir di kelas kami. Dia menembak saya itu mengapa saya sangat mencintai kelas saya karena di kelas saya, saya mengalami berbagai hal mulai dari sedih suka juga kami lalui bersama yang telah menjadi saksinya. Karena saya sering bucin atau yang disebut dengan budak cinta saya disebut dengan julukan “nyonya bucin”. Dulu sempat terjadi perselisihan diantara kami yang bersahabat karena saya berubah saya juga tidak tahu saya berubah di bidang mana namun hal tersebut dapat diselesaikan karena dia seperti tadi kami saling melengkapi dan saling mengisi, hal tersebut tidak memecahkan persahabatan di antara kami justru masalah-masalah yang muncul diantara persahabatan kami justru lebih memperkuat kami untuk menjalin hubungan yang lebih baik dan lebih dekat lagi agar tidak terjadi suatu selisih paham yang dapat menghancurkan persahabatan yang sudah kami bangun sejak lama hal itu dapat merugikan jika terjadi pada persahabatan kami. Diantara kami yang berlapan dulunya hanya satu yang memiliki pasangan yaitu Tioma dan kami bertujuh jomblo dan itu waktu kelas 10 entah kenapa pada kelas 11 yang tidak disangka kami memiliki pasangan walaupun kadang diantara kami yang bersahabat memiliki rasa malu untuk memberitahu satu sama lain contohnya saja dinpeng ternyata dia sudah memiliki pasangan sejak Dia kelas 10 dan kami tidak mengetahuinya dia tidak berubah dia sama seperti yang biasanya konyol dan gila walaupun sudah memiliki pasangan dia tidak malu untuk berbuat hal-hal yang gila di depan kami sahabat-sahabatnya Dia sudah menjalin hubungan 3 bulan lamanya tanpa kami ketahui dia sering menyebutnya dengan backstreet. Tidak lama setelah itu terkuaklah satu persatu rahasia yang terjadi antara kami berdelapan yaitu bahwa satu sama lain sudah memiliki pasangan dan sama seperti dinpeng, mereka juga menjalin hubungan di belakang atau back street tanpa memberitahu satu sama lain karena malu untuk memberitahu satu sama lain. Begitulah kisah kasih kami di sekolah banyak semangat banyak motivasi banyak rasa kesal banyak duka banyak suka yang menghampiri kami Namun kami tahu bahwa itu adalah bunga-bunga kehidupan Itulah kisah kami di kelas sehingga kami takut untuk berpisah tidak pernah terlintas di benak kami untuk berpisah namun suatu saat ketika saya berpikir bagaimana jika pertengkaran dapat memecahkan persahabatan di antara kami mungkin hal itu dapat membuat kami satu sama lain menjadi down. Dan untungnya karena rasa rasa saling percaya hingga saat ini persahabatan di antara kami masih terjalin dengan baik justru makin dekat karena kami sudah mengetahui sifatnya lebih dalam bagaimana dia karakter dia sifat dia dan bagaimana sikap dia kepada orang-orang dan ketahuilah bahwa sahabat akan selalu ada disamping kita saat kita mengalami kesusahan senang maupun duka itulah makna sahabat yang ungkapkan saya juga memiliki impian, untuk kami masih tetap bersama dan tepatnya di kelas yang sama di kelas 12 nanti dan tidak lain dari itu kelas juga lah yang akan menjadi saksi dari persahabatan kami. Penulis adalah siswa SMAN 1 PURBA

Keadilan yang Tidak Mau Berpihak Pada Ku

Karya: Grace Landong Olyvia Panjaitan Udara di sekitar sangat merasuki pori-pori ku yang kecil. Sehingga membuat bulu tanganku yang lembut dan tipis menjadi terasa, seperti jarum yang berdiri tajam. Angin malam menusuk hingga kedalam tubuhku. Aku bagaikan tidur di dalam kulkas yang hidup semalaman. Tubuhku kaku. Aku seperti es batu, yang susah untuk digerakkan. Kukenakan selimut yang berlapis-lapis hingga tujuh lapis, namun aku merasa seperti memakai selimut setipis tisu. Bibirku mulai membiru. Dan gigiku pun gemetaran bagaikan mesin jahit yang tak mau berhenti. Aku bagaikan terdampar di Kutub Utara. Kupandangi langit-langit yang sudah mulai tak terlihat, oleh karena lintasan laba-laba yang amat banyak. Tembok kusam tanpa lapisan cat yang menempel. Begitulah keadaannya. Amat sederhana. Kupejamkan mata untuk pergi ke dunia lain. Yang pasti aku senang di sana. Jikalau aku pergi ke dunia itu bagaikan hidup di surga. Dunia yang Siapa saja boleh menikmatinya. Tanpa terkecuali. Keluar masuk tanpa dipungut biaya. Cukup pejamkan matamu dan biarkan pikiran, atau imajinasimu, membawamu pergi ke dunia itu. Pergi dan nikmati dunia itu, selagi imajinasimu masih terus berjalan. Rasanya tidak ingin keluar dari dunia imajinasi tersebut. Namun itu hanyalah imajinasi. Berbeda dengan dunia yang harus kujalani. Dunia yang begitu kejam, begitu pahit, begitu penuh sandiwara dunia nyata yang hanya memikirkan harta dan jabatan tanpa memikirkan nasib orang-orang di sekitarnya. Aku masih merasakan angin malam yang masuk melalui pori-pori kulitku, yang kecil. Kelopak mataku yang terasa berat, rasanya seperti menahan beban 1 ton beratnya. Aku mulai membukakan mata, yang masih rabun untuk melihat dunia nyata, yang amat pahit, seperti minum empedu ikan. Namun itulah dunia yang wajib kujalani. Aku merasa kehilangan sesuatu, kehilangan satu hal yang sangat ku butuhkan di setiap pagi ku. Aku mulai melangkah menuju jendela kecil ku, menghirup udara segar, udara tanpa noda. Terlihat embun pagi yang masih melekat pada dedaunan pohon, rumput, dan bunga. Aku merasakan udara dingin bersih masuk ke dalam tubuhku, melalui lubang hidungku yang kecil. Seketika, aku melihat matahari tak muncul pagi ini. Mungkin dia tertutup oleh awan pagi yang gelap dan tebal. Mungkin sebentar lagi, bumi akan dijatuhi oleh ribuan titik-titik air. Dan tak lama kemudian, benar, bumi telah diserang oleh ribuan titik-titik air. Dengan membalikkan badan, tak sengaja aku melihat jam dinding tua yang menunjukkan pukul 6 pagi. "Oh... Tidak... Aku akan terlambat" teriaku. Tanpa berpikir panjang, seketika aku mulai berlari secepat kilat menuju kamar mandi dan mulai bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. "Sialan.. Mengapa tidak ada yang membangunkanku" ucapku kesal. Dengan segera, setelah aku selesai memakai pakaian seragam, aku menuju ruang belajar dan segera menghadang tasku, dan pergi menuju ruang tamu untuk pamit kepada kedua orang tua. "Mengapa ibu tidak membangunkanku" ucapku kesal. "Apakah kamu tidak tahu hari ini hari apa nak? " tanya ibu. "Hari ini kan hari senin bu... Yah aku harus berangkat ke sekolah" jawabku. "Coba kamu lihat kalender" balas ibu menyuruhku. Dengan segera aku pergi ke kamar untuk melihat kalender dan seketika aku merasa tertipu ternyata hari ini adalah hari Minggu. Aku pun pergi menemui ibu di ruang tamu dengan rasa malu "Mengapa ibu tidak memberitahu kepadaku kalau hari ini adalah hari minggu? " tanyaku pada ibu. "Lah, ibu mengira kamu tahu kalau hari ini adalah hari minggu maka dari itu, ibu tidak membangunkanmu" balas ibu. "Untung saja aku tidak sampai pergi keluar untuk berangkat kesekolah, bisa-bisa aku ditertawakan oleh warga satu kampung disini" ucapku kesal. "Makanya lain kali kamu harus teliti, harus terlebih dahulu memperhatikan hal-hal yang akan di kerjakan, bukannya asal pergi-pergi aja" nasehat ibu. "Iya, iya bu, janji aku enggak bakal ngulangin hal itu lagi. Janji" ucapku. "Kalau begitu sekarang kamu ganti baju sana" suruh ibu. "Aku ganti baju dulu yah bu" jawabku. Dengan perasaan yang masih kesal, aku pergi ke kamar dan mulai mengganti seragamku Hari ini terlihat mendung. Sampai sekarang matahari tak mau muncul. Seperti biasa aku mulai melakukan segala pekerjaan rumah, yang telah menjadi tanggung jawab ku setiap hari. Mulai dari memasa, menyapu ruma, mencuci piring, dan mencuci pakaian. Rasaku seperti budak saja. Aku selalu mengerjakan segala sesuatu yang harus dikerjakan di dalam rumah. Namun berbeda dengan saudara-saudariku yang lain, mereka hanya duduk dan memerintah saja. Namun bagiku itu sudah bias, karena setiap saat aku memang selalu di bedakan. Aku selalu mendapatkan tugas dan tanggung jawab yang berat, namun saudara-saudariku tida. Begitulah kenyataannya. Seperti biasa, aku berangkat ke sekolah setiap pagi, dengan seorang sahabat yang selalu menunggu ku. Agar pergi bersama setiap pagi ke sekolah. Dia terlihat gemuk dan pendek. Dengan bulu-bulu tangannya yang lebat dan panjang. Dia terlihat anggun. Namun dia tak sebaik yang terlihat, dia diam-diam menyukai pacarku. Ya betul. Aku mempunyai seorang teman lelaki. Dia putih. Tidak terlalu tinggi dan baik hati. Aku tak bisa berkata apa-apa jika dia selalu dekat dengan pacarku. Karena, aku dan dia sangatlah berbeda. Dia cantik namun aku sebaliknya. Bagaikan langit dan bumi. Aku hanya bisa terdiam. Disaat melihat mereka tertawa bersama, meski rasanya sakit, namun apa boleh buat. Hidupku memang sangat tidak adil, aku selalu tidak mendapatkan apa yang aku inginkan. Udara di sekitar sangat merasuki pori-pori ku yang kecil. Sehingga membuat bulu tanganku yang lembut dan tipis menjadi terasa, seperti jarum yang berdiri tajam. Angin malam menusuk hingga kedalam tubuhku. Aku bagaikan tidur di dalam kulkas yang hidup semalaman. Tubuhku kaku. Aku seperti es batu, yang susah untuk digerakkan. Kukenakan selimut yang berlapis-lapis hingga tujuh lapis, namun aku merasa seperti memakai selimut setipis tisu. Bibirku mulai membiru. Dan gigiku pun gemetaran bagaikan mesin jahit yang tak mau berhenti. Aku bagaikan terdampar di Kutub Utara. Kupandangi langit-langit yang sudah mulai tak terlihat, oleh karena lintasan laba-laba yang amat banyak. Tembok kusam tanpa lapisan cat yang menempel. Begitulah keadaannya. Amat sederhana. Kupejamkan mata untuk pergi ke dunia lain. Yang pasti aku senang di sana. Jikalau aku pergi ke dunia itu bagaikan hidup di surga. Dunia yang Siapa saja boleh menikmatinya. Tanpa terkecuali. Keluar masuk tanpa dipungut biaya. Cukup pejamkan matamu dan biarkan pikiran, atau imajinasimu, membawamu pergi ke dunia itu. Pergi dan nikmati dunia itu, selagi imajinasimu masih terus berjalan. Rasanya tidak ingin keluar dari dunia imajinasi tersebut. Namun itu hanyalah imajinasi. Berbeda dengan dunia yang harus kujalani. Dunia yang begitu kejam, begitu pahit, begitu penuh sandiwara dunia nyata yang hanya memikirkan harta dan jabatan tanpa memikirkan nasib orang-orang di sekitarnya. Aku masih merasakan angin malam yang masuk melalui pori-pori kulitku, yang kecil. Kelopak mataku yang terasa berat, rasanya seperti menahan beban 1 ton beratnya. Aku mulai membukakan mata, yang masih rabun untuk melihat dunia nyata, yang amat pahit, seperti minum empedu ikan. Namun itulah dunia yang wajib kujalani. Aku merasa kehilangan sesuatu, kehilangan satu hal yang sangat ku butuhkan di setiap pagi ku. Aku mulai melangkah menuju jendela kecil ku, menghirup udara segar, udara tanpa noda. Terlihat embun pagi yang masih melekat pada dedaunan pohon, rumput, dan bunga. Aku merasakan udara dingin bersih masuk ke dalam tubuhku, melalui lubang hidungku yang kecil. Seketika, aku melihat matahari tak muncul pagi ini. Mungkin dia tertutup oleh awan pagi yang gelap dan tebal. Mungkin sebentar lagi, bumi akan dijatuhi oleh ribuan titik-titik air. Dan tak lama kemudian, benar, bumi telah diserang oleh ribuan titik-titik air. Dengan membalikkan badan, tak sengaja aku melihat jam dinding tua yang menunjukkan pukul 6 pagi. "Oh... Tidak... Aku akan terlambat" teriaku. Tanpa berpikir panjang, seketika aku mulai berlari secepat kilat menuju kamar mandi dan mulai bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. "Sialan.. Mengapa tidak ada yang membangunkanku" ucapku kesal. Dengan segera, setelah aku selesai memakai pakaian seragam, aku menuju ruang belajar dan segera menghadang tasku, dan pergi menuju ruang tamu untuk pamit kepada kedua orang tua. "Mengapa ibu tidak membangunkanku" ucapku kesal. "Apakah kamu tidak tahu hari ini hari apa nak? " tanya ibu. "Hari ini kan hari senin bu... Yah aku harus berangkat ke sekolah" jawabku. "Coba kamu lihat kalender" balas ibu menyuruhku. Dengan segera aku pergi ke kamar untuk melihat kalender dan seketika aku merasa tertipu ternyata hari ini adalah hari Minggu. Aku pun pergi menemui ibu di ruang tamu dengan rasa malu "Mengapa ibu tidak memberitahu kepadaku kalau hari ini adalah hari minggu? " tanyaku pada ibu. "Lah, ibu mengira kamu tahu kalau hari ini adalah hari minggu maka dari itu, ibu tidak membangunkanmu" balas ibu. "Untung saja aku tidak sampai pergi keluar untuk berangkat kesekolah, bisa-bisa aku ditertawakan oleh warga satu kampung disini" ucapku kesal. "Makanya lain kali kamu harus teliti, harus terlebih dahulu memperhatikan hal-hal yang akan di kerjakan, bukannya asal pergi-pergi aja" nasehat ibu. "Iya, iya bu, janji aku enggak bakal ngulangin hal itu lagi. Janji" ucapku. "Kalau begitu sekarang kamu ganti baju sana" suruh ibu. "Aku ganti baju dulu yah bu" jawabku. Dengan perasaan yang masih kesal, aku pergi ke kamar dan mulai mengganti seragamku Hari ini terlihat mendung. Sampai sekarang matahari tak mau muncul. Seperti biasa aku mulai melakukan segala pekerjaan rumah, yang telah menjadi tanggung jawab ku setiap hari. Mulai dari memasa, menyapu ruma, mencuci piring, dan mencuci pakaian. Rasaku seperti budak saja. Aku selalu mengerjakan segala sesuatu yang harus dikerjakan di dalam rumah. Namun berbeda dengan saudara-saudariku yang lain, mereka hanya duduk dan memerintah saja. Namun bagiku itu sudah bias, karena setiap saat aku memang selalu di bedakan. Aku selalu mendapatkan tugas dan tanggung jawab yang berat, namun saudara-saudariku tida. Begitulah kenyataannya. Seperti biasa, aku berangkat ke sekolah setiap pagi, dengan seorang sahabat yang selalu menunggu ku. Agar pergi bersama setiap pagi ke sekolah. Dia terlihat gemuk dan pendek. Dengan bulu-bulu tangannya yang lebat dan panjang. Dia terlihat anggun. Namun dia tak sebaik yang terlihat, dia diam-diam menyukai pacarku. Ya betul. Aku mempunyai seorang teman lelaki. Dia putih. Tidak terlalu tinggi dan baik hati. Aku tak bisa berkata apa-apa jika dia selalu dekat dengan pacarku. Karena, aku dan dia sangatlah berbeda. Dia cantik namun aku sebaliknya. Bagaikan langit dan bumi. Aku hanya bisa terdiam. Disaat melihat mereka tertawa bersama, meski rasanya sakit, namun apa boleh buat. Hidupku memang sangat tidak adil, aku selalu tidak mendapatkan apa yang aku inginkan. Penulis adalah siswa SMAN 1 PURBA

Pilih Saja Aku

Karya: Kristin Danda Yuliani lingga
Di suatu pagi yang indah dan cerah sudah mulai tampak cahaya matahari dari sela-sela jendela kamar seorang gadis manis dan imut masih tertidur pulas di atas kasurnya. “ drink drink drink” suara alarm kembali berbunyi yang sejak tadi ditundanya. “ Iris bangun sudah jam 7 “ teriak ibu dari ruang makan. Iris adalah seorang gadis cantik dan manis namun dia memiliki sifat yang tomboy atau sifat yang lelaki lakian. Irish yang terkejut dengan teriakan sang ibu seketika irus melompat dengan cepat dari kasurnya menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa “mampus gue udah jam 7 lagi pasti telat nih” katanya dalam hati tidak lama setelah itu dia selesai mandi dan sudah selesai berpakaian jam menunjukkan pukul 7.15 baru berangkat dari rumah ke sekolah sekolahnya terletak tidak jauh dari rumahnya hanya memerlukan waktu beberapa menit saja untuk sampai ke sekolahnya. seperti firasatnya dia pun terlambat gerbang nyaris ditutup oleh bapak security sekolah namun dengan cepat berlari untuk menahan pak security menutup gerbang “ pak tunggu sebentar “ kata Irish seraya berlari dengan sekencang mungkin “ kamu lagi cepat masuk kamu sudah terlambat” kata pak security “Tapi sebelum kamu masuk ke dalam kelas kamu harus melapor dulu ke pada piket “tambah pak security. “apa harus ya pak??nggak usah ya pak kali ini saja”mohon Irish Irish sangat ketakutan karena mengingat hari ini yang piket adalah guru killer di sekolah yaitu meriam happy “ tidak boleh kamu harus menghadap ke piket terlebih dahulu” kata pak security “Bapak.... baik-baiklah “ kata irish lesu Namun apa yang dikawatirkan iris tidak terjadi meriam hanya mengatakan sekali lagi jangan diulangi betapa terkejutnya hati melihat sikapnya jika ada yang terlambat untuk membersihkan kamar mandi namun hal itu membuat hati senang dan berkata dalam hati entah apa ya kong merasuki hati dengan hati yang gembira Irish masuk ke dalam kelas dengan cepat merupakan siswa kelas 11 Mia 2 di SMA swasta maju mundur di kabupaten Simalungun Jakarta Irish merupakan siswi yang bisa dikatakan cukup pintar di kelasnya virus yang memiliki sifat tomboy , ternyata salah satu siswa di kelas nya yaitu bernama Davi Davi merupakan seorang pelajar yang pintar Dia mendapat juara 2 umum paralel IPA di sekolahnya dari adalah sosok seorang siswa yang memiliki badan tinggi kekar dan gagah selain pintar dan dalam bidang akademik dan juga berprestasi dalam kegiatan olahraga misalnya saja dalam olahraga bola basket Irish menyukai David sejak mereka duduk di bangku kelas 10. Namun rasa cinta Irish tidak dapat terbalaskan atau dapat dikatakan cintanya bertepuk sebelah tangan hal itu dikarenakan dari sudah memiliki pasangan yang dikatakan jika dilihat dari parasnya virus masih belum kalah jauh lah nama pasangan dari adalah Michelle dia adalah juara 1 IPA kelas 11 yang satu kelas dengan Irish juga. dapat dikatakan Irish juga masuk ke dalam kelas unggulan Di dalam kelas mereka kadang bersikap romantis baik waktu istirahat dan kadang dalam belajar , bagaimana tidak mereka juara 1 dan juara 2 umum Jadi mereka dapat bertukar pikiran tentang pelajaran yang sudah dan baru saja diberikan oleh guru. ketika melihat itu hati terasa sakit bagaimana tidak serius mencintai Davi namun dari mencintai orang lain pasti sakit bukan apalagi hal tersebut harus terjadi setiap hari di depan mata iris namun walaupun sudah tahu begitu begitu bodohnya Irish malah memilih duduk di belakang mereka berdua hanya agar dapat melihat dari dekat . ternyata apa yang dilihat oleh Irish dan orang-orang berbeda dengan yang terjadi dengan Davi dan Michelle .virus merupakan sahabat dari sejak mereka kelas 10 karena sudah menganggap virus sebagai sahabatnya suatu ketika nabi berkata kepada iris “Gue mau nanya boleh” tanya Davi “Boleh boleh emang ada apa ?”jawab iris dengan gaya yang yang tomboy untuk menutupi jantungnya yang rasanya mau pecah karena berdebar-debar dengan kencang “Nanti pulang sekolah lu mau ke mana?” tanya Davi “Gue langsung pulang” jawab Irish “Gue bisa minta waktu lu nggak bentar aja kok gue pengen curhat” jawab Davi “Oh curhat oke oke nanti pulang sekolah ya “kata Irish “Iya kita nongkrong bentar di cafe dekat sekolah ya” kata Davi “Iya iya “jawab Irish setelah itu tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 14 dan itu menandakan bahwa pelajaran hari ini sudah berakhir dan waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh virus pun tiba dari menghampiri yang sudah menunggu di depan gerbang Ayo kata Davi Oh lu udah datang ayo ayo jawab Irish Mereka pun mengendarai sebuah motor Vario yang sudah lama di miliki oleh David Mereka pun berlalu dengan cepat Sesampainya di cafe Mereka pun berbincang-bincang “Lu mau makan apa” tanya Davi “Gue malas makan nih dah langsung curhat aja biar cepat gue mau ngerjain PR” jawab iris sebenarnya iris bukan ingin mengerjakan PR namun dia sudah tidak sabar mendengarkan curhatan apa saja yang ingin disampaikan oleh Davi kepadanya “OK mesen 2 cangkir kopi buat kita berdua” jawab Davi “Ya udah iya”balas Irish “OK gue mau curhat nih lu dengerin gue ya gue enggak tahu mau ngomong sama siapa lagi kecuali sama lu” kata Davi “Iya iya langsung aja napa “kata iris yang merasa senang karena ucapan Davi tadi “Sebenarnya gue itu langsung bingung sama hubungan gue sama Michelle dia itu kayak nggak pernah perduli gitu sama gue kadang dia hanya mikirin tugasnya dan lupain gue tapi gue hanya diri lu bayangin deh posisi gue gue udah bela-belain ngeluangin waktu buat dia tapi dia malah nggak ngehargain gue kadang merasa bahwa gue itu hanya berjuang sendiri dalam hubungan gue sama dia dan lu tau gue takutnya itu capek sama semua sikap-sikap yang telah dibuat pada gue dan akhirnya gue minta udahan” kata Davi “Kalo jujur ya Dav,gue itu nggak tahu banyak tentang cinta tapi menurut gue ketika perjuangan gue nggak dihargai ya udah lepas aja daripada gue galau kan” kata iris “Ya udah nanti gue dipikirin lagi” jawab Davi Tak terasa waktu berlalu dan ternyata sudah sore akhirnya mereka pun pulang Sesampainya di rumah Irish bernyanyi-nyanyi cinta apa kau tak bahagia sini denganku saja dia itu siapa Aku ini lebih baik darinya jauh dalam hatimu aku tahu kamu membutuhkan seseorang yang selalu mencinta dan menemani waktu bila dia tak mampu pilih saja Aku seketika ibunya bingung melihat anak gadisnya itu tiba-tiba saja berubah yang biasanya ketika pulang dia langsung masuk kamar berbeda dengan hari ini langsung pergi ke ruang tamu dengan kencang tampaknya Dia sangat bahagia “Tumben kamu seperti ini ibu “kata berhenti bernyanyi tersenyum manis “Tidak apa-apa kok buk lagi senang nyanyi aja “balas Irish “ ibu tidak yakin dengan jawabanmu pasti ada sesuatu, apa kamu jatuh cinta????” tanya ibu ketika wajahnya memerah dan tubuhnya gemetar dan keringat bercucuran Iris langsung berlari ke kamar sampai di kamar terus terbayang saat dimana dia duduk berdua dengan David sepanjang malam dia hanya membayangkan hal itu sehingga dia terlelap sampai pagi Pagi ini begitu berbeda, biasanya dia bangun terlambat pagi ini Irish bangun cepat. Dia mandi dan segera berpakaian, setelah itu sarapan. Dia sudah tak sabar ingin pergi ke sekolah dan bertemu dengan Davi yang dibayangkannya tadi malam. Pagi ini Irish terlihat berbeda, tidak seperti biasanya dia membiarkan rambutnya terlepas yang biasanya dia mengikatnya tanpa memikirkan penampilannya dan memakai liptint tipis yang membuat wajahnya yang cantik menjadi tambah cantik. setelah sarapan pergi berangkat ke sekolah dengan perasaan yang bergembira dan hati nya juga sangat senang “Pergi sekolah dulu ya pak ,mah” kata Irish pamit kepada kedua orang tuanya yang sedang duduk berbincang-bincang di ruang tamu dan mejabat tangan kedua orang tua nya. “Iya hati-hati” kata ayah Irish Irish merupakan anak tunggal dari orang tuanya itulah sebabnya mengapa Iris manja dengan kedua orang tuanya ,sehingga apa yang terjadi pada iris orang tuanya pasti mengetahui hal itu. kemudian Iris berangkat pergi ke sekolah berapa lama sampai ke sekolah tidak jauh dari rumahnya “Pagi pak” sapa Iris kepada security “Pagi... Tumben kamu datang cepat pagi ini” kata pak security “Hehehe ada sedikit urusan pak , jadi saya datang cepat pagi ini” jawab Irish betapa terkejutnya hati virus ketika dia sampai di ruangan terlihat sepasang kekasih yang tampaknya sedang bersedih. ya pasangan itu adalah Davi dan Michelle. Awalnya hati Irish sedih melihat Davi dan Michelle, namun setelah melihat keadaan ada yang berbeda hari ini. Akhirnya sadar bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di antara Davi dan Michelle Irish hanya terdiam lalu berjalan menuju bangkunya bangkunya sambil melihat sepasang kekasih itu berbincang-bincang sebenarnya dia tidak menunjukkannya tidak tahu apa-apa. Tak lama setelah itu Davi dan Michelle duduk di bangku mereka masing-masing tanpa melihat satu sama lain. Michelle dan Davi tertunduk apa yang sebenarnya terjadi. Pada mereka berdua, air mata Irish menetes sehingga membuat Irish tambah bingung lagi melihat mereka. Beberapa hari berlalu, namun Davi dan Michelle terlihat berbeda dengan sebelumnya dulu mereka sering jalan berdua belajar bersama namun akhir-akhir ini mereka melakukan segala kegiatannya masing-masing Suatu pagi ketika Davi duduk di depan kelas Irish datang menghampiri Davi “Pagi” kata Irish seraya duduk di samping Davi “Pagi” jawab Davi “Gue mau nanya sesuatu bisa Ngga????” tanya Irish “Tanya aja” jawab Davi “Sebenarnya lu sama Michelle itu kenapa sih kayaknya beda akhir-akhir ini” tanya Irish “Sebenarnya gue nggak sanggup curhat, jadi gue milih diam aja” jawab Davi “Cerita aja lagi kan udah kenal dari dulu” kata Irish “sebenarnya gue udah putus sama Michelle. Gue udah nggak tahan dengan semua sikap dia sama gue. Ngga pernah peduli sama gue, ya seperti yang kemarin gue curhat sama lu, gue udah nggak tahan jadi daripada aku sama dia itu tersakiti lebih baik udah kan mungkin lebih baik sendiri dan mungkin fokus belajar lebih baik” jawab Davi Irish terkejut mendengarkan hal itu. Dia tidak tahu mau sedih atau senang.Dia sedih melihat keadaan Davi yang yang galau dan dia senang ketika mendengar bahwa mereka berpisah yang berarti ada harapan bahwa Davi bisa menjadi miliknya “ yang sabar ya Dav, mungkin udah takdir kalian itu pisah” kata Davi “Makasih , udah mau dengerin gue curhat” kata Davi *** beberapa bulan ini dari terlihat tidak bergairah hati hari-harinya berbeda dengan hari-hari sebelumnya Dulu Davi dikenal dengan orang yang ramah namun akhir-akhir ini dia hanya terdiam bingung apa yang harus dilakukan agar dapat menghibur Davi Akhirnya karena tidak tahu ingin melakukan apa Irish hanya terdiam. Sebenarnya Irish berharap bahwa dia akan menjadi milikku namun setelah berpikir panjang ia memilih untuk menjadi sahabat Davi saja karena dia takut kalau hati yang dipaksakan akan berakhir perpisahan Penulis dari SMAN 1 PURBA

Aku Dan Dia Yang Berbeda

Karya:Destriani purba
Pagi itu sangat dingin,Matahari pun enggan untuk muncul di ufuk Timur, kabut pun turun sangat tebal, ditambah angin yang berhembus sedikit kencang sehingga jam 06.30 terasa seperti jam 05.30.Gadis perempuan yang cantik masih terlelap tidur, namanya Desi.Tiba-tiba seperti ada yang membanguninya. “Hey bangun...Apakah kau tidak sekolah?” “Huahhhh.....ini masih terlalu pagi Ibu,mengapa kau banguni aku terlalu cepat”.” Bangunlah,lihat jam dan bergegaslahhh! Desi pun bangun sambil mengucek ngucek mata yang masih terlihat kabur,dia melihat ke jam dinding. “Alamakkkk...sudah jam stengah tujuh ternyata”Desi pun bergegas mandi dan menyusun buku yang masih berantakan di atas meja ke dalam tas sekolahnya dan bergegas pergi. Sesampainya di halaman ,dia kembali lagi ke rumah, “ ibu .. aku permisi ya!”.”Apakah kau tidak sarapan?” “ dikantin saja bu” sahutnya dengan cepat. “Yasudah hati -hati nakk “kata bunda. Untung saja ada bus yang lewat dia langsung menaikinya ,Desi pun takut terlambat karena 5 menit lagi tepatnya jam 07.15 bell akan berbunyi sedangkan dia masih di bus 10 menit untuk sampai di sekolahnya.Tepatnya jam 07.20 dia sampai di sekolah,semua siswa SMA.N.1 purba sudah berlarian untuk berbaris.”huhhh” dengan nafas tersendak sendak dia berlari ke barisan ,untung saja dia masih bisa baris,kalau tidak dia akan membersihkan kamar mandi dan pastinya akan terlambat masuk untuk mengikuti pelajaran. Saat upacara telah selesai,semua siswa masuk ke kelasnya masing masing .Desi duduk dibangku pertama di dekat dingding kelas,tetapi dia duduk sendirian,karena teman semejanya 2 bulan yang lalu sudah meninggal dunia karena bunuh diri,sejak saat itu tidak ada murid baru yang datang,dan tidak ada juga yang berani menempati tempat duduk Damar.Damarlah nama semeja Desi yang sudah meninggal itu. Bahkan Desi pun sebenarnya ingin pindah dari bangku itu,karena ia selalu merasa Damar selalu muncul di bangku itu,tetapi teman-teman sekelasnya tidak pernah merasakan bahkan melihat damar hadir di kelas itu,Akhirnya desi pun menyadari,dia masih membuat Damar menunggu jawaban darinya Dua bulan yang lalu,sebelum Damar meninggal ,Damar pernah menyatakan perasaanya kepada Desi,Tetapi desi belum menjawabnya dia takut pada damar,Damar adalah seorang anak yang nakal,selalu buat masalah di sekolah,tidak pernah rapi dan semua guru sudah mengenalnya karena Ulahnya yang selalu buat onar di sekolah,dia bahkan orang yang keras apabila keinginanya tidak terpenuhi... Seminggu setelah dia ditolak Desi,dia kembali menyatakan perasaanya lagi kepada Desi,dan kali ini Desi pun menjawab “eeee... Se..se..sebelumnya aku minta maaf Damar,kita masih baru kelas 10 SMA,aku belum terpikir untuk berpacaran,aku mau fokus dulu ke sekolahku,sekali lagi maaf yah” Dia mengatakan dengan sedikit terbata bata.Desi tidak berani mengatakan sejujurnya kalau dia memang tidak menyukai damar,dia takut damar sakit hati dan melukainya . “ahhhh itu alasanmu saja,aku tau tentang dirimu,sebelumnya saat kau masih duduk di bangku SMP kau sudah pernah pacaran,alasanmu tidak masuk akal!”. Desi pun terdiam,dia tidak tau mengatakan apa lagi ,karena damar mempelototinya terus,akhirnya dia pun menjawa” ba..baiklah aku akan menjawabnya satu minggu lagi,beri aku waktu” “yasudah baiklah,kutunggu jawabanmu! ,aku pergi dulu desii,kuharap kau memberi jawaban yang menyenangkan akuu”.sahut Damar dan berlalu pergi... “Astaga bagaimana ini,mengapa tadi tidak aku katakan saja aku sudah mempunyai pacar,mengapa aku tidak terpikir mengatakan itu,dan jika sekarang aku mengatakan aku sudah mempunyai pacar,pasti damar tidak percaya,malahan nanti dia membuat aku terdiam.... Huhh,Bagaimana caranya aku menolak damar,tanpa membuat dia sakit hati?” Itulah yang selalu dipikiran Desi,dan itulah yang selalu membuatnya tidak tenang.”ahh entah kenapa dia mati saja !!”.dia mengatakanya dengan keras. “ siapa yang mati desi?”sahut ibu dari dapur,dia tidal menyangka suaranya sekeras itu,sehingga Ibunya mendengarnya.”eee tidak ada ibu,aku..aku hanya lagi menonton drama korea saja”desi menjawab dengan gugup.. “belajarlah,jangan hanya menonton drama ,tidak ada untungnya bagimu” “iya ibu” jawabnya.Padahal sebenarnya dia paling tidak suka menonton drama korea ... Dia semakin tidak tenang karena satu hari lagi,dimana dia harus memberikan jawaban kepada Damar... Tepatnya hari minggu pagi jam 07.30,Desi masih tertidur sangat nyenyak,dia sendiri dirumah,Ayah dan Ibunya sedang pergi kerumah keluarganya,karena ketepatan ,keluarganya ada yang meninggal dunia. Tiba-tiba terdengar suara dering telepon rumah, Ring...Ring...Ring..,Desi mengabaikannya ,dia malas untuk bangkit dari tempat tidur,tetapi telepon rumah itu terus berdering,akhirnya dengan terpaksa dia bangun dan mengangkatnya.. Terdengar suara yang terburu buru “Halo,halo...Desii,segeralah datang kerumah damar ,sekarang!”.tut...tut..tut...teleponya langsung dimatikan.. “Halo..halo siapa ini?tetapi teleponya sudah dimatikan...”ada apa ya?”seketika bulu kuduknya berdiri,dia sedikit merinding karena telepon misterius itu..”ahh itu mungkin hanya perasaanku saja,lebih baik aku kesana sekarang,dan melihat apa yang terjadi”. Dia segera mandi dan sarapan,dan bergegas pergi kerumah damar yang jaraknya sedikit jauh,Damar sekarang tinggal dirumah neneknya,yang dimana lokasi rumahnya,masih dekat dengan perkebunan,dan jalanya pun masih belum semua ter aspal,Desi berjalan sendiri dan sesampainya di sana,dia melihat di depan rumah itu tertancap bendera merah yang menandakan ada yang meninggal di tempat itu,orang orang ramai disana dan terdengar juga suara isakan tangis yang memilukan.. Desi masih berdiri dan bengong,dia berpikir mungkin nenek damarlah yang meninggal karena baru baru ini kabarnya neneknya jatuh sakit,teman teman sekepasnya juga sudah berada di sana.Tiba-tiba seorang temanya memukul pundaknya”desiii kenapa bengong saja ,ayo cepat,kau lama sekali kami sudah menunggumu dari tadi”!ketus seorang teman sekelasnya itu. “siapa yang meninggal?kok kalian semua ada disini?.”ayolah cepat jangan banyak tanya!”kau tidak akan tau apa yang terjadi ,jika kau hanya bengong disini!.Desipun masuk dan seketika wajahnya sangat pucat melihat seorang anak laki laki yang terbaring di atas peti mati,dengan wajah yang sedikit menyeramkan,dan tidak bernyawa lagi,dia melihat nenek masih hidup dan duduk disamping peti mati itu. “di..di..dia siapa?tanya desi pada seorang teman yg disampingnya.Dia damar desii,apakah kau tidak tau apa yang terjadi?” Damar????tidak,tidak mungkin itu damar,tidak ada sama sekali miripnya”jawab desi tidak percaya.. Saat dia melihatnya ,ternyata benar itu damar,dia sempat memukul wajahnya,memastikan ini semua tidak mimpi.saat itu desi tidak meneteskan air mata,setetespun,dia masih merasa sangat bingung dan tidak percaya bahwa itu benar benar Damar. Kemarilah!ayo kita bersalaman dulu dengan keluarganya,aku mau mengajakmu ke suatu tempat dan menceritakan kejadianya”Mereka pun segera bersalaman dan pergi ke rumah temanya itu. “ aku masih tidak percaya ,yang meninggal itu damar,tapi mengapa dia bisa meninggal?” “aku juga terkejut dan tidak percaya saat ibuku memberitahu kepadaku tentang bagaimana Damar bisa meninggal,kau tau?Damar meninggal karena bunuh diri! Haaa??kau yang benar saja,tidak mungkin tidak mungkinn...” “yaaa dess..” “ tetapi bagaimana bisa sihh” Desi mengatakan kalimat itu sambil ditambah rasa takut,rasa bersalah,dan rasa tidak percaya,karena ia tau besok ia akan memberikan jawaban tentang perasaanya pada Damar ,tetapi Damar sudah meninggal secara misterius,dan belum tau penyebabnya..... Dan pada hari itu juga damar di makamkan,makamnya dibelakang rumah neneknya berkisar 2 meter jaraknya.Keesokan harinnya Desi ke sekolah seperti biasa,tetapi dia belum terlalu merasakan kehilangan teman sebangku,hari-hari pun berlalu,seminggu setelah kematian Damar,Desi sudah mulai lupa akan hal itu,tetapi.......... Krekkkkk..........terdengar seperti ada seseorang menduduki bangku Damar,saat mata pelajaran berlangsung” astaga,sepertinya aku merasakan dan mendengar seseorang duduk di bangku ini” desi berkata pada seorang teman dibelakangnya.”ehhh jangan gt dong,ngehalu aja kamu”.Desi pun menggangap it hanya perasaanya saja,tetapi saat ia hendak pergi dari bangku itu,ada tangan yang menariknya dengan kuat dan terdengar suara “kapan kau menjawab perasaanku”?.itulah kata kata yang selalu terdengar,bahkan teman sekelas lainya tidak pernah sama sekali merasakan itu,hanya Desi . Saat itu juga Desi merasa Damar selalu mengikutinya,sewaktu dia di sekolah,ia berniat untuk pindah sekolah,tetapi tidak mungkin karena dia baru saja pindah,dan masih satu semester di sana.... Dan untuk yang kesekian kalinya Desi pun berkata”Damar kita sudah beda alam,kau dan aku tudak boleh lagi bersama,kau harus tau itu”.ucap Desi. Teman temanya semua tercengang dan merasa Desi sudah gila,karena dia selalu berbicara pada angin,tetapi dia sebenanrnya berbicara pada Damar.”tidakk aku akan selalu menjagamu walaupun kita berbeda,karena kalau tidak,aku tidak akan bisa tenang”.Dengan keadaan terpakasa dan tidak percaya maupun tidak logis”baiklahhhh”.. Jawab Desi dengan pasrah,dan mulai saat itu dia merasa aman dikelas,walaupun sesekali Damar datang,tetapi tidakk menggunya lagi. Satu bulan berlalu,Desi berniat ke rumah nenek Damar untuk menanyakan bagaimana Damar sebenarnya bisa bunuh diri,tetapi kabarnya setelah seminggu Damar meninggal,neneknya sudah dijemput keluarganya yang lain ke luar kota,dan tidak mungkin Desi kesana. Dan sampai saat ini belum ada yang tau mengapa Damar meninggal. Penulis dari SMAN 1 PURBA

Perubahan Baik Akan Berdampak Baik Pada Kita

Karya: Loren R Saragih
Matahari yang indah adalah sahabat terbaikku untuk memulai hari – hariku dengan penuh kerumitan, saat itu adalah pukul 07:00 pagi dimana semua orang telah beraktivitas seperti biasanya, namun ada suatu hal yang membuat saya merasa jenggel, yang selalu mendengar suara gemuruh marah dari seorang tetangga kepada anaknya. Anak ini bernama Alex, dia adalah seorang pemalas dan hanya suka dengan yang namanya bermain game, Di suatu pagi terdengar teriakan “ Alexxx...... Bangun!! Lihat jam, sudah jam berapa ini!!! “, teriak ibunya dengan sikap marah. “ sebentar lagi Buu... Aku masih ngantuk nihhh!! “, jawab Alex. Beberapa saat kemudian, ibu Alex pergi ke dapur dan kembali dengan membawa air dingin dan menyiramkannya kepada Alex. “ apa sih Buu...... mengganggu saja!! “, teriak Alex kepada ibunya dengan kemarahannya. Dengan perasaan sedih ibunya pun keluar dari kamar Alex. *** Meskipun kehidupan Alex adalah seorang yang selalu menjalani hari – harinya dengan kemalasan, dia tidak pernah berpikir dan bertindak untuk merobah cara hidupnya. Saat duduk di bangku SMA, Alex adalah orang yang rajin dan selalu mendapat kejuaraan di sekolahnya, baik itu juara kelas maupun juara umum paralel. Suatu ketika saat duduk di bangku SMA, Alex mengikuti perlombaan antar siswa SMA se-provinsi di Kotanya, saat itu dia pun mendapat kejuaraan dan piagam penghargaan. Selain dari kejuaraan itu, Alex sudah banyak mengumpulkan banyak piagam penghargaan dari berbagai kompetisi yang diikutinya. “ Ntah apa yang membuatnya menjadi malas seperti ini “. Suatu ketika ayah Alex meninggal dunia karena sakit kanker yang dideritanya. Tangisan ibu Alex dan Alex serta adiknya membuat banyak orang merasa simpatik dan ikut merasa kehilangan dikarenakan ayah Alex adalah sosok yang pekerja keras dan tidak memiliki rasa sombong sedikit pun terhadap orang – orang dan masyarakat di desanya itu. *** 14 Juli 2012 genaplah usianya 22 tahun. Diusianya yang sudah 22 tahun, dia belum menampakkan perobahan dalam hidupnya, dia selalu bermalas – malasan dan hanya menghabiskan hari – harinya dengan bermain game, dia juga adalah orang yang tidak terlalu suka bergaul dan hanya menghabiskan waktunya dengan bermain game dirumahnya. Beberapa Minggu kemudian, adiknya yang bernama Angel pun lulus dari bangku SMA dan melanjutkan sekolahnya di bangku perkuliahan dikotanya. Hari - demi hari pun berlalu dan adik Alex lulus dari bangku perkuliahan dan dia berhasil menggapain cita – citanya menjadi seorang dokter yang sudah dia idam – idamkan sejak kecil. Hari – demi hari berlalu dan ibunya semakin bertambah tua. Angel yang dulunya tinggal di kota, akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya dan membuka usaha klinik disana, dia pulang dikarenakan dia ingin merawat dan membantu ibunya.Hari – demi hari berlalu begitu saja dan Alex hanya menghabiskan semua waktunya dengan kemalasannya. *** Suatu hari ibu Alex sakit karena kanker yang dideritanya. Angel mencoba merawat ibunya di klinik dimana tempat dia bekerja, namun dengan peralatan kesehatan yang tidak memadai, ibunya terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit dan harus menjalani operasi untuk menyembuhkan kanker yang dideritanya, Angel menyetujui keputusan itu dan melunasi operasi ibunya dengan biaya yang cukup besar. Namun suatu hal membuat merwkan terpaksa harus kehilangan ibunya, dikarenakan dalam proses jalannya operasi saat itu tidak berjalan dengan lancar dan akhirnya ibunya pun meninggal di usia yang belum genap 68 tahun. Hal itu membuat Alex merasa bersalah degan semua sikap dan perilaku Alex yang selalu bermalas – malasan dan hanya menghabiskan hari – harinya dengan bermain game. Penyesalan pun timbul dalam benak pikiran Alex, namun apa boleh buat!?? “Takdir sudah berkehendak lain”. Suatu hari Alex mendapat undangan seminar dan bimbingan Rohani dari temannya semasa SMA, Alex pun mengikuti kegiatan itu. Saat itu Alex dan temannya menghadiri acara itu dan mereka mendapat bimbingan dari seorang pendeta pada seminar itu. 14 Juli 2014 genaplah usianya 24 tahun, perubahan dalam hidupnya pun sudah mulai muncul dan dia memulai hidup baru dengan bekerja keras dan mengurangi kemalasannya. Aktivitas sehari – harinya tidak lagi sama seperti yang dulu, Alex tetap berpikir dan selalu bertindak positif dan dia tetap ingin merealisasikan cita – citanya untuk menjadi orang sukses di kemudian hari. Siang – malam Alex selalu berpikir dan bertindak sesuai dengan apa yang dipeekirakanyya, hingga pada suatu hari detik- detik perubahan mulai muncul dalam dirinya. *** Pada suatu hari Alex membuat keputusan. Dengan tekad yang tinggi dia pun memutuskan untuk merantau ke luar kota dan ingin menggapai suksesnya disana , hal tersebut disetujui oleh adiknya dan pada suatu hari dia bersam teman semasa SMA nya pun pergi merantau dan meninggalkan adiknya dengan usaha klinik di desanya itu. Alex dan teman semasa SMA nya itu pun pergi merantau ke luar kota, disana ia mencoba membuat usaha kecil – kecilan, dia selalu berusaha dan selalu bekerja keras dengan usahanya itu. Hari – demi hari telah berlalu dan usahanya hanya begitu – begitu saja,dengan tekad yang tinggi dia mencoba berpaling dari usaha kecilnya itu dan mencoba mencari pekerjaan baru. Dengan motto hidup yang pantang menyerah, pada sutu hari dia berhasil mendapat pekerjaan disebuah perusahaan, dia selalu bekerja keras dan melalui hari – harinya dengan bekerja di perusahaan itu dan mendapat kenaikan pangkat dari pekerjaan semula di perusahaan itu dikarenakan keahliannya yang tinggi. Disuatu ketika, manager dari perusahaan itu pun memutuskan untuk mencoban pensiun dari pekerjaannya, dan harus digantikan dengan manager baru. Pada suatu hari, perusahaan itu mengadakan sebuah rapat untuk mencari manager baru perusahaan itu. Dengan keahliannya yang cukup tinggi, Alex pun terpilih menjadi seorang manager di perusahaan itu. Hari – demi hari dia lalui dengan bekerja di perusahaan itu dan semakin lama, perusahaan itu pun semakin maju dan banyak dikenal oleh dunia. *** Dengan upah gaji yang dihasilkannya, dia tidak ingin menghabiskannya dengan berpoya – poya sendirian. Suatu hari, dia menyumbangkan sebagian harta miliknya ke sebuah Pantiasuhan di kota itu. Mulai hari itu hidupnya layak disebut sebagai orang yang sukses seperti yang telah dia idam – idamkan sejak kecil dulu. Pada suatu ketika, dia mendapat kabar dari adiknya, bahwa adiknya itu akan menikah dengan seorang pria di desa itu. Angel pun akhirnya menikah dan hidup bahagia bersama pria itu dan dikaruniai Tuhan dengan dua orang anak. Tidak ingin ketinggalan, Alex menikahi seorang wanita, yang ternyata wanita itu adalah Putri dari seorang manager perusahaan yang telah membantunya untuk bangkit dan maju. Dan akhirnya Alex pun menikahinya dan dikaruniai Tuhan dengan dua orang anak kembar. Hari – harinya pun mereka lalui dengan kebahagiaan dan damai. “ SESULIT APAPUN KONDISI KITA, SUATU SAAT KITA PASTI BISA KELUAR DARI KESULITAN TERSEBUT SEPANJANG KITA MAU BEEUSAHA DAN SELALU BERPIKIR POSITIF DAN MAU MEROBAH CARA HIDUP KITA YANG LAMA “ *** sekian & terimakasih ***

Seorang Siswa yang Suka Bolos Menjadi Seorang Guru

Oleh:Sunita saragih
Di pagi yang cerah , dengan udara yang sedikit dingin, kicau burung yang bersahutan, yang terngiang di telingaku, tampak beberapa siswa segera Bersiap- siap ke sekolah, terdengar suara ibu yang memanggil andre, andre ayo bangun ujar ibu nya hari sudah siangg nii ayo cepat mandi nanti kamu telat loh, iya bu ujar andre Andre merupakan seorang anak yang sangat sering membuat masalah, seperti ia sering bolos, lompat pagar, membuat onar, melawan guru bahkan telat ke sekolah. Ia sudah sering sekali mendapatkan surat peringatan atas kelakuan nya yang kurang terpuji itu. Ia menjadi sangat bandal karena orang tua nya kurang memperhatikan kan nya, orang tua nya terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka, mereka selalu memarahi andre di rumah, guru menghimbau agar orang tua andre lebih menghimbau andre agar dapat Memperubahi perilaku agar menjadi anak yang lebih baik lagi Andre terlahir sebagai seseorang yang mempunyai kekuatan yang dapat menolong orang lain ia merupakan seorang anak yang suka menolong orang yang membutuhkan namun ia sangat malas ke sekolah karena ia sering di marahi oleh guru dan karang tua nya. Andre selalu pamitan kepada orang tua nya untuk berangkat ke sekolah , namun ia tidak sampai kesekolah, andre sudah malas kesekolah dia ingin tidak sekolah lagi namun orang tua nya ingin ia tetap sekolah. Suatu ketika dia bolos sekolah namun ada seorang guru yang melihatnya, guru tersebut pun mengejar andre, andre pun berlari dengan kencang karena andre sangat kuat, sehingga dia dapat mengangkat benda- benda yang sangat besar dan berat. Suatu ketika karna dia sudah lelah berlari dia melihat pohon yang sangat besar maka dia mendorong kayu tersebut dan menyeret nya kejalan sehingga guru tersebut yang tadi nya menaiki sepeda motor tidak dapat melewati jalan tersebut. Maka guru tersebut memutar balik sepeda motor nya, kali ini andre lolos ujar guru tersebut. Namun tidak semudah itu andre lolos, ia tidak tau bahwa orang tua nya mendapat kan surat panggilan, orang tua andre sangat marah kepada andre sampai- sampai andre ingin diusirdari rumah Andre pun dihukum oleh orang tua nya ia dipindahkan ke pedesaan di sana ia tidak mendapatkan fasilitas apa pun. Dia harus bekerja keras agar dapat bertahan hidup. Mulai dari situlah ia mulai bertekad dalam hati aku harus bisa sukses ujarnya. Dia pun berusaha keras agar bisa sukses, dia belajar dengan sungguh- sungguh. Pulang sekolah dia bekerja, karena ia memiliki kekuatan ia bekerja sebagai kuli bangunan. Oleh karena itu itu ia sering di buli oleh teman- temannya. Hingga suatu ketika teman- temanya bersikap sangat kurang ajar dengan andre. Andre tidak dapat lagi menahan emosinya ia sangat marah kepada teman- temannya. Tanpa disengaja dia mengeluarkan kekuatannya karena ia sangat emosi. Teman- temannya tak menyangka bahwa andre merupakan sosok anak yang kuat yang mempunyai kekuatan.semua teman-teman andre babak belur mareka pun lari meninggalkan andre karena takut akan dihajar andre lagi. Namun penderitaan andre tidak sampe hanya di situ saja, ia dipanggil guru keruang Bp karena temannya tersebut tidak Terima dengan perilaku andre. Andre berusaha membela dirinya berbagai keterangan sudah ia utarakan namun karena kalah jumlah atau karena pembela andre tidak ada maka ia dipecat dari sekolahnya. Ia pun mengeluh dalam hati, ya Tuhan penderitaan apa lagi yang kau berikan kepada hamba mu ujar andre. Malam pun tiba ia bermimpi ia berada di dua tempat, tempat yang pertama sangat seram dan panas banyak orang yang meronta- ronta kepanasan. Satu tempat lagi sangat indah penuh dengan cinta kasih, dan kedamaian, dalam hati andre berkata apakah ini yang dinamakan surga. Ia melihat seseorang berbaju putih, bersayap dan bersinar dan berkata kepada andre kamu sekarang berada di surga ujar malaikat tersebut. Jikalau seperti itu Dimanakah Tuhanku sekarang ujar andre terhadap malaikat tersebut. Tuhan sekarang berada di tahkta surga ujar malaikat itu jikalau begitu tolong antar kan saya menghadap sang Maha Kuasa aku ingin menanyakan beberapa hal.ujar andre. Baiklah saya akan mengantarkan kamu, mari ikut saya ujar malaikat tersebut. Mereka pun sampai kehadapan sangat Maha Kuasa yaitu Tuhan, ya Tuhanku yang saya sembah saya ingin berseru kepadamu atas cobaan yang telah kau jatuhkan kepada saya, terlalu banyak cobaan yang engkau jatuhkan terhadap hambamu ini, ya Tuhan saya minta ampun tarik kembali cobaan yang engkau jatuhkan terhadap hambamu, ini. Ujar andre Bukankah aku telah memberimu nafas kehidupan untuk menjalani cobaan yang ku berikan, bukankah aku telah memberimu kesehatan untuk dapat menyelesaikan masalah hidupmu. Sebenarnya aku menjatuhkan cobaan terhadap mu hanya untuk mengetahui seberapa besar kesabaranmu, apakah kamu akan goyah ujar Yesus, aku menjatuhkan cobaan terhadap umat ku tidak akan melebihi kemampuan hambaKu. Maka yakinlah dibalik cobaan yang engkau hadapi engkau akan mendapatkan masa depan yang cerah atau kebahagiaan dimasa depan. Oleh karena itu bersungguh-sungguhlah menjalani kehidupan, selalu bersyukur atas apa yang kau dapat.tidak lama kemudian andre di guyur hujan yang membuat andre terjatuh dari tempat tidur yang ternyata ia disiram dengan air karena hari sudah siang, andre ayo bangun ini sudah siang ujar ibu kosnya tak biasanya kamu seperti ini biasanya kamu semangat sekolah, ya bu ujar andre, ia segera mandi dan bersiap- siap sekolah dan mencari sekolah baru. Ia pun mendapatkan sekolah baru dengan sekali mendaftar untunglah ia cepat mendapatkan sekolah baru. Di sekolah baru ia sangat senang karena mendapatkan teman-teman yang sangat baik kepada nya berbeda dengan teman- temannya yang di sekolah lama. Karena andre merupakan salah satu murid yang pintar maka andre ditunjuk untuk mengikuti Olimpiade, andre sangat senang dapat mengikuti Olimpiade tersebut, dan ternyata andre dan teman-temannya menang dalam Olimpiade tersebut , andre sangat senang dan ternyata tidak hanya kali itu andre menang ia sudah sering mendapatkan prestasi diberbagai bidang sehingga ia mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Tidak terasa andre sebentar lagi akan kuliah. Pada hari pertama kuliah andre sangat semangat untuk kuliahnya, pada saat ingin memasuki kelas mata andre terpaku pada seorang gadis dengan memakai kacamata dan sangat cantik. Namun ia tidak bisa bertemu gadis tersebut karena ia harus masuk kelas. Jam kuliah telah usai setelah itu ia menemui gadis tersebut yang merupakan siswa yang paling cerdas di kampus tersebut. Gadis tersebut bernama putri mulai saat itu andre dan putri menjadi teman baik mereka selalu bersama mngerjakan tugas, dan menjadi satu tim untuk mengikuti Olimpiade. Namun andre tidak berani mengutarakan isi hatinya kepada putri, ia terus memendam perasaan tersebut sangat jauh didasar hati nya. Waktu terus berlalu tibalah saat yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa di Universitas tersebut yaitu wisuda, andre dan putri mendapatkan nilai tertinggi orang tua andre sangat bangga terhadap andre, akhirnya andre mendapatkan cita- citanya yaitu menjadi seorang guru. Ada rasa senang dan sedih yang dirasakan oleh andre satu sisi ia mendapat kan cita-citanya sisi lain ia harus berpisah dengan putri. Keesokan harinya tak disangka ternyata mereka ditempatkan disekolah yg sama, andre sangat senang, tanpa pikir panjang ia bertekad mengutarakan isi hatinya kepada putri. Setelah mengajar usai andre mengajak putri ke taman ditengah- tengah para siswa andre mengutarakan isi hatinya kepada putri, apakah kamu mau jadi pendamping hidupku ujar andre, para siswa bersorak-sorai Terima..... Terima...... Ujar beberapa siswa. Ya saya mau ujar putri. Andre sudah berhasil ia merupakan guru yang sangat sukses suatu hari ia bertemu dengan temannya yang dulu yang sangat jahat terhadap nya mereka tampak menggemis di jalanan, mereka menjumpai andre dan meminta maaf kepada andre, andreandre pun memaafkan mereka bahkan menberikan mereka pekerjaan. Pada akhirnya andre pun menikah dengan putri dan hidup bahagia selamanya. Andre pun mengucap syukur kepada Tuhan karena telah diberikan kebahagiaan dan mengucapkan Tri kasih kepada Tuhan karna anugrah nya yang berlimpah. Tamat.....

FAJARKU TERASA KELAM

Karya: Lenni Farisa Purba
Senja hampir hilang, aku duduk terdiam di kursi depan rumahku, entah menghayalkan apa. Angin yang begitu sejuk, perlahan lahan menaikkan bulu kudukku. Ditambah suara jangkrik yang sangat merdu menandakan hari yang mulai malam, seakan akan ingin menghiburku. Matahari yang nampak malu menunjukkan dirinya, kini mulai tak terlihat. Aku mulai kedinginan karena hembusan angin yang kian mengipasku seraya ingin menyuruhnya memasuki rumah. Tiba-tiba terdengar suara pelan yang datang dari belakangku. "Masuklah apa yang kamu lakukan disitu, diluar sangat dingin, nanti kamu masuk angin". Ya, dia kakakku. Seorang gadis cantik yang berusia 4 tahun diatasku. Dia adalah seorang gadis yang sangat pekerja keras dalam membantu kedua orang tua ku. "Iya ka", jawabku pelan. Dengan perlahan dan badan yang kelihatan kurang bersemangat, kubuka pintu rumah pelan-pelan, aku masuk kerumah. Aku melihat ke kamar orang tua ku, kulihat ayah yang masih terbaring di kasur, rasanya tubuhku semakin lemas tak berdaya. Ayahku sakit mulai satu bulan yang lalu. Dia sakit lever. Terdapat benjolan kecil dihatinya. Banyak orang mengatakan itu karena dia tukang mabuk, karena suka minum minuman keras (tuak). Tapi mereka salah, ayah tidak suka minum minuman itu. Sudah berkali kali kami membawanya kerumah sakit, tapi tetap saja tidak ada perubahan dalam dirinya. Ibu yang duduk disampingnya, kini hanya bisa menemaninya melawan penyakitnya. Melihat itu, aku bahkan tidak mampu tertawa, walau dalam keadaan selucu apapun. Aku melanjutkan langkah ku, menuju kamarku. Aku duduk di kursi dekat meja belajarku. Kulihat sebuah lukisan pemandangan yang sangat indah yang tergantung di dinding kamarku. Tak terasa air mataku menetes membasahi wajahku. Ya, itu adalah lukisanku dengan ayahku. Betapa bahagianya kami ketika melukis itu, sekarang ayah yang sedang sakit tidak bisa melukis bersamaku lagi. Bahkan untuk dudukpun sekarang dia tak mampu. Pagi itu, aku berangkat kesekolah bersama kedua saudaraku. Yang biasanya diantar oleh ayah, kini kami hanya bisa berjalan kaki yang kurang lebih 1.5 Km dari rumah. " Hati hati dijalan ya dik, pengang tangan adik, kamu harus menjaganya baik baik". Kata kaka agar aku menjaga adikku yang masih kelas 2 SD, karena persimpangan jalan yang sudah tiba, kami harus berpisah. Aku dan adikku harus berjalan bersama karena kami masih SD, aku yang masih kelas 6 SD harus bisa menjaga adikku. Kakak sudah kelas 3 SMP, jadi dia harus jalan sendiri. "Iya ka", jawabku sambil memegang tangan adikku dan melanjutkan jalanku. "Minggu depan kamu akan Ujian Akhir Semester. Kamu harus mempersiapkan dirimu", kata seorang guru yang tiba tiba datang kekelas kami untuk mengumumkan bahwa kami akan ujian. "Baik buu..", jawab kami yang sambil ketakutan mengingat ujian akhir semester akan tiba. "Nanti kamu mau melanjutkan SMP dimana, Ca?" "Palingan aku SMP dekat sini Ran, biar bisa dekat sama orang tuaku". "Oh, biar SMP mana juga bagus, asal kita bersungguh sungguh belajarnya, mungkin aku juga smp disini, biar kita bisa sama lagi". Kata Rani, yang berusaha menghiburku. Aku mengangguk sambil tersenyum. *** "Besok ibu mau bawa ayah ke rumah sakit, kalian baik baik sekolahnya, pulang sekolah jangan kemana mana dirumah aja, belajar". "Emang harus kerumah sakit lagi ya bu? Bukannya ayah udah mau sehat? " kata kakak penasaran dengan sikap ibu yang tiba tiba mau membawa ayah lagi ke rumah sakit. "iya, ayah harus dibawa kerumah sakit biar cepat sembuh". Kata ibu yang kian membuat kami penasaran ada apa dengan ayah. Dengan hati yang sedih, kami hanya diam menuruti apa kata ibu, dengan harapan supaya ayah bisa pulih seperti dulu lagi. Kamipun melanjutkan mengerjakan tugas-tugas sekolah kami malam itu. Kami tergolong anak yang pintar disekolah, tidak ada diantara kami bertiga yang tidak mendapatkan ranking, kami terkenal di sekolah dan desa kami karena kepintaran kami. Kami bisa melakukan itu, karena ayah dan ibu yang selalu mendukung kami, mereka memiliki cita-cita yang besar untuk kami. Aku sangat bangga memiliki orang tua seperti mereka. Keesokan harinya, aku pulang dari sekolah. Dengan perut yang kosong, rasanya aku ingin cepat cepat makan. "Ayah dan ibu belum pulang ya dik?" tanyaku sesampai di rumah yang mendapati adik sedang menonton televisi, dia pulang lebih dulu dariku karna dia masih kelas 2. "Belum kak". "ooh, ya sudahlah, ayo kita makan aku sudah lapar". "iya kak". Malampun tiba, dengan suasana yang sunyi, dan sambil mengerjakan tugas, kami masih menunggu kedatangan ayah dan ibu. "Mereka lama sekali, kata ibu mereka akan pulang hari ini, tapi kok belum datang juga? ". "Mungkin bentar lagi mereka akan datang ka, kita tunggu aja". Jawabku melihat kaka yang sangat khawatir kepada ayah dan ibu. Ketika kami asik mengerjakan tugas tugas sekolah, terdengar suara ibu dari luar. " Ka, bukain pintu, ayah dan ibu sudah pulang". Dengan perasaan senang aku dan adik ikut membuka pintu untuk mereka, kulihat ayah yang sudah bisa berjalan dengan wajah tersenyum, aku langsung memeluknya dengan erat, sampai-sampai aku terangkat keatas. "ayah sudah sehat?" tanyaku dengan senang. " iya, ayah sudah sehat". Karena senangnya aku masih dalam gendongan ayahku. " Ica, turun lah nanti ayah kecapean" kata ibu menyuruhku turun dari gendongan ayah. Aku turun dan langsung mengiringi ayah kekamar. Kulihat ayah langsung terbaring di kasur tempat tidurnya. 'Kok ayah baring lagi?, bukannya ayah sudah sehat? Mungkin ayah masih butuh istirahat '. Dalam benakku. "Yaudah, lanjutkan belajar kalian, biarkan ayah istirahat dulu". "baik bu", jawab kami sambil melangkah menuju meja belajar. Tak lama kemudian, tiba-tiba ibu datang menghampiri kakak. "Ini, tadi ibu beli hp baru untukmu, atas suruhan ayah, itu kan yang kamu inginkan selama ini?". "Wah, makasih ya bu". "iya, bilang makasih juga ke ayah sana". Karena kami ikut senang, aku dan adik ikut bersama kakak mengucapkan terimakasih ke ayah sambil memeluknya. Ketika aku selesai memeluk ayah, ayah berpesan kepadaku, "tolong jaga peliharaan ayah ya Ca, ayah belum bisa memberinya makan, kamu harus memeliharanya baik baik". Tanpa berpikir panjang aku meng-iya-kan perkataan ayahku. Menurutku, aku adalah putri kesayangan ayahku, kami sangat dekat dibandingkan kedua saudaraku. Ayah sangat senang menyuruh ku, bahkan apapun yang ku minta pasti diturutinya. Aku lebih senang sama ayah dibandingkan sama ibu. "Bangun..,bangun..,sudah pagi, cepat mandi, kalian harus berangkat kesekolah". Aku terbangun dan duduk di tempat tidurku. "Udah jam berapa ka? "Tanyaku sambil mengusap-usap mataku yang rasanya masih ingin melanjutkan tidurku. "Udah jam 05:45, cepat mandi sana, nanti terlambat sekolah kalau kalian blm siap siap dari sekarang". Kami harus mandi cepat, karena sekolah yang jauh dan kami harus jakan kaki. "Dik, bangun, ayo mandi, kita harus pergi sekolah". Saya berusaha membanguni adik yang masih tidur pulas. Seperti biasa kamipun berangkat kesekolah. *** Siang itu, sepulang sekolah aku harus langsung pergi les. Aku masuk les dari kelas 5 SD. Tapi itu cuman satu mata pelajaran, Bahasa Inggris. Ntah kenapa, perasaanku tidak enak selama aku mengikuti les tersebut. Pikiran ku saat itu tidak fokus ke pelajaran yang diberikan Sir kami. Les pun berakhir, aku pulang bersama temanku yang mulai kecil kami selalu bersama. Dalam perjalanan pulang sekolah kami melewati pasar. Ya, hari itu adalah hari dimana dikampungku ada pasar yang sangat ramai. "Kita ke pasar yuk, keliling-keliling sambil aku mau beli sesuatu". Kata temanku mengajakku untuk berkeliling ke pasar. "Kita langsung pulang ajalah, aku lagi gak mood, perasaanku dari tadi gak enak. "Ayolah, bentar aja kok". "Oh, Yaudah ayo". Kami pergi ke pasar, walaupun aku merasa tidak semangat, pikiranku pergi entah kemana. Ketika kami sampai di tengah pasar, ada seorang nenek tetanggaku memanggilku. "kalian ngapain disini?, yang sabar ya, banyak kok anak yang tidak memiliki ayah lagi, tapi mereka bisa berhasil". Aku bingung, mengapa nenek itu mengatakan seperti itu kepadaku. Tiba tiba aku teringat, bahwa di kampung ada orang tua yang meninggal, dan dimakamkan hari ini juga. 'Mungkin karena nenek itu sudah tua, dia mengira aku adalah anak dari orangtua yang meninggal itu. Yaudahlah, biarkan saja', pikirku. Aku tersenyum, sambil melanjutkan perjalanan kami di pasar tersebut. Kami telah selesai dari pasar, ketika ingin keluar dari keramaian tersebut, datang ibu ibu yang adalah tetanggaku. Dia memelukku, wajahnya kelihatan sedih. " Sabar ya, Ca". Aku terdiam, bahkan tidak tahu apa yang ingin ku katakan. 'apa yang sebenarnya terjadi?' Pikiranku kini, lari kemana mana. "Emang ada apa, tante? Apa yang terjadi? ". "Oh, berarti kamu belum tahu? ". "Blm tahu apa tan?" Dia terdiam, dan kelihatan sulit untuk mengatakan apa apa. " Cepatlah pulang, nanti kamu akan tahu apa yang terjadi". Melihat itu, aku cepat cepat pulang. Ketika dalam perjalanan pulang, seorang abang yang adalah keluarga kami, datang menghampiri kami, dengan membawa sepeda motor. "Dari mana aja kamu, ayo cepat pulang". "Emang kenapa bg, apa yang terjadi". Tanyaku dengan suara yang gemetaran yang tiba tiba aku mengingat ayahku. "Ayolah naik, nanti kamu akan tahu". Aku dan temanku Rani, naik dan kami langsung menuju rumah. Rani, yang adalah teman sekaligus keluarga dekatku, ikut kerumahku. Tak jauh dari rumah kulihat orang banyak di sepanjang jalan rumahku. Terdapat teratak yang sudah tertancap di depan rumah. Banyaknya orang sudah tak dapat kuhitung dengan jari jariku. Sampai depan rumah, aku turun dari sepeda motor. Aku terdiam, semua orang menghampiriku dan memelukku. "Masuklah, jumpai saudaramu". Kata mereka yang sambil mengiringinya memasuki rumah. Kulihat, sudah terdapat tikar yang luas, meja ruang tamu dan kursi sudah tidak ada lagi. Aku menjumpai kakak dan adikku yang berada di dapur, bersama ibu ibu yang lain duduk sambil menangis. Kupeluk mereka erat erat. "Ayah kita sudah tidak ada", kata kakak membisikkan ketelingaku. "Gak mungkin, ayah masih hidup, Dimana, ayah? Dimana ayah?. Badanku Syok, aku bahkan hampir pingsan. Aku bagaikan ditindih yang berat, dililit yang panjang " Ayah masih dirumah sakit bersama ibu, sebentar lagi mereka akan pulang". "Tidak, Ayah pasti belum meninggal, ayah masih hidup, mengapa kalian membohongiku?". "Tapi Ayah sudah ga ada, de". Kata kakak berusaha meyakinkan ku, bahwa ayah sudah meninggal. Aku hanya bisa menangis, aku rasa ini hanyalah sebuah mimpi. Aku ingin bangun dari mimpi buruk ini, aku tidak ingin ayahku meninggal. Saat itu, hanya ada suara tangisan yang terdengar dirumahku, aku lemas tak berdaya, ' mengapa ini semua terjadi padaku'. Aku menyalahkan keadaan. Seorang tetanggaku, menyuruhku untuk mengganti pakaianku. Saat itu aku masih memakai baju seragam sekolah. Air mata selalu membasahi pipiku. "Ya, Tuhan Mengapa semua ini terjadi padaku". Sekitar 1 jam kemudian, terdengar suara sirene ambulance yang rasanya semakin dekat ke telingaku. "Mereka sudah datang" kata orang orang yang berada di rumahku. Dengan badan lemas, aku dan saudaraku ikut melihat keluar. Beberapa petugas rumah sakit mengangkat ayah, yang layaknya orang tidur di atas tempat tidur rumah sakit. Mereka memasukkan ayah kerumah. Kami langsung mendekati ayah dan memeluknya. " Ayah bangun, bangun yah, ayah bilang ayah akan sembuh, mengapa ayah bohong?". Aku terus menggoyang-goyang badan ayah, berharap dia akan bangun lagi. Tapi ini ternyata tidak mimpi. Ini adalah kenyataan yang harus kuterima. Ayahku sudah meninggal, aku tidak punya ayah lagi. Ibu, yang acapkali pingsan membuatku semakin sedih, kulihat ibu dan kupeluk dia, aku tidak bisa ngomong apapun, aku hanya terdiam sambil menangis memeluknya. Ayah yang meninggal hari jumat, harus dimakamkan hari minggu. Proses pemakamannya berjalan dengan baik. Semua keluarga datang mengucapkan turut berduka cita. Aku yang belum bisa terima dengan semua ini hanya bisa menangis dan menangis. Ternyata, begini rasanya ditinggalkan seorang ayah yang sangat kusayangi. Besok adalah senin, aku harus sekolah, tapi hatiku masih terluka, aku bahkan belum sanggup untuk sekolah. Tapi, aku tidak boleh melewatkan Ujian Akhir Semesterku. 'Aku harus sekolah, aku gak mau membuat ayah kecewa'. Pagi telah tiba, cahaya kemerah-merahan tampak di langit sebelah timur menjelang matahari terbit. Fajarku terasa kelam tanpa ayah. Rasanya sulit memulai hari tanpa adanya semangat dari ayah. Tapi aku harus berangkat sekolah. Aku diantar oleh keluargaku kesekolah. " Ibu bangga padamu Ca, Ibu tahu kamu masih dalam kesedihan, tapi kamu tidak mau melewatkan ujian akhir semester ini". Aku tersenyum paksa, membalas omongan guruku. "Ujian hari ini selesai, besok kamu harus lebih giat belajar, untuk ujian selanjut nya". "Baik bu " jawab teman temanku, aku hanya terdiam, rasanya sulit untuk berbicara, mengingat apa yang terjadi pada ayahku. Teman temanku selalu menghiburku, tapi saat itu, untuk senyumpun aku gak mampu. Siang itu, aku duduk lemas di keramik kuburan nenek di samping kuburan ayahku. Tanah yang masih kuning, dan bunga bunga yang masih begitu segar. Yang di ujung nya terdapat salib berlukiskan nama ayahku. Aku menangis, merindukan ayahku. " aku rindu ayah, mana janji ayah yang ingin mengajakku jalan jalan lagi?, mana Yah? Aku akan buat ayah bangga disurga sana, aku akan mengabulkan cita cita ayah untukku, dan juga kakak dan adik, Yah. Aku akan rajin belajar sesuai perintah ayah. Aku kembali kerumah dengan wajah kusut, masih banyak keluarga dirumah menemani kami. Mereka selalu menghibur dan bahkan membawa kami jalan jalan agar kami tidak larut dalam kesedihan tersebut. Hari-hari kami lewati tanpa seorang ayah, kami harus bisa menjadi orang yang kuat, yang bisa mengerjakan pekerjaan berat sekalipun. Ibu yang kini juga menjadi ayah kami, selalu mendukung kami dalam melanjutkan sekolah kami. Aku telah tammat dari pendidikan SD ku, kakak juga telah tammat dari SMP. Dengan kerja keras ibu bisa melanjutkan sekolah kami, ibu mendaftarkanku ke smp, begitu juga kakak masuk ke SMA. Akupun bisa menyelesaikan pendidikan SMPku dengan baik, walaupun kadang melewati banyak tantangan. Tapi semuanya baik, aku masih menjadi siswa berprestasi, mendapat ranking disekolah. Aku juga mendapat beasiswa siswa berprestasi. Begitu juga dengan kakak, dia juga masih mendapat ranking di sekolah, dan telah lulus dari SMA. *** Kini aku sudah besar, aku sudah kelas 3 SMP. Aku mendapat beasiswa di sekolah favoritku. Selama aku sma, aku mendapat juara umum di sekolah, aku menjadi anak teladan di sekolahku. Bahkan aku sering mengikuti perlombaan dan aku sudah mendapatkan banyak piagam penghargaan. Ibu bangga kepadaku. Kakak sudah memasuki kuliah semester 4, dia kuliah sambil kerja, jadi dia bisa membayar uang kuliahnya sendiri tanpa meminta bantuan dari ibu. Aku bangga kepada kakak, dia tahu bahwa ibu tak mampu membayar uang kuliahnya, makanya itu dia berusaha untuk kuliah sambil bekerja. Jadi dia harus mengikuti kuliah malam. Supaya siangnya dia bisa kerja. Dia juga sering membantuku dalam masalah sekolahku, jika mama tidak mempunyai uang. .

Sekolah ku Ibadahku

Oleh 'Liani sinaga' Pagi hari yang cerah,aku duduk di depan Kelas ku b...