Sebuah Kreativitas, Inisiatif dan Abdi terhadap bahasa dan Sastra Indonesia
Selasa, 10 Desember 2019
Pahit Manisnya Perjalanan Hidup Masa Remaja
Karya Nia Irawati Purba
Masa remaja adalah masa yang paling indah,dimana dimasa masa tersebut merupakan tahap-tahap perkembangan menuju dewasa.Dan kita pun sudah mulai ada rasa suka terhadap lawan jenis.
Suatu hari ada seorang gadis cantik yang bernama Anggun.Dia merupakan anak yang terlahir dalam keluarga yang kurang mampu.Dia merupakan anak pertama dari 4 bersaudara.Sekarang dia sudah beranjak remaja.Anggun merupakan seorang anak yang pekerja keras,namun dia selalu melawan pada kedua orang tuanya,Dia hanya perduli pada dirinya sendiri Tanpa memperdulikan adik adiknya.dia selalu membanding bandingkan perilaku orang tuanya terhadap adik adiknya dan ia tidak merasa adil akan hal itu.
Suatu ketika anggun pergi kesekolah,disekolah ia sangat iri pada teman teman nya karna ia tidak memiliki handphone sedangkan teman temannya sudah banyak yang memiliki handphone dan ia juga selalu irendahkan oleh teman teman nya sampai ia menangis.Anggun pun merasa sedih dan berpikir keras untuk menuntut pada orang tuanya
Sewaktu pulang sekolah ia pergi menemui orang tuanya dan berkata;
Anggun ;Ibu aku ingin memiliki handphone seperti teman temanku disekolah.Aku malu bu,karna semua teman temanku sudah memiliki handphone sedangkan aku tidak sama sekali memiliki apa apa.(Dengan wajah memohon)
Ibu ; ia nak Ibu akan memebelikan handphone untukmu,tapi bukan sekarang mungkin dilain waktu kamu akan memilikinya,karena uang ibu tidak cukup nak..
Awalnya Anggun merasa senang saat ibunya berkata akan membelikannya .Namun stelah ibunya berkata membelikan dilain waktu .Anggun pun kembali menangis dan berkata; Anggun; tak ada seorang pun yang pernah mengertikan aku,lebih baik aku pergi ke rumah paman(sambil berlari menuju rumah pamannya yang tidak jauh dari rumahnya)
ia pergi kerumah pamannya untuk menceritakan apa yang terjadi pada dirinya,dia berharap agar pamanya berbicara pada orang tuanya agar ia dibelikan handphone.Sesampainya dirumah pamanya Dia pun ingin menceritakan semua yang terjadi padanya dalam keadaan menangis.Namun sebelum dia bercerita kepada pamannya
,pamanya langsung betanya kepadanya;
Paman; ada apa denganmu,mengapa kamu menangis nak?cerita lah pada paman
Anggun;jadi begini paman tadi disekolah teman temanku semuanya sudah memiliki handphone sedangkan aku tidak punya apa apa.lalu saat ku pulng sekolah tadi aku mengatakanya pada ibuku namun ibu mengatak ia tidak punya uang yang cukup untuk membeli handphonbe aku
Paman;lalu buat apa kamu menangis ,kalau memang uang orang tuamu belum cukup sabaralah tunggu suatu saat nanti kamu akan mendapatkannya
Anggun;tapi paman aku ingin sekarang karna aku malu dengan teman temanku disekolah (mendengar ucapan anggun pamanya mulai kesal denagn kalimat itu dan berkata;)
Paman;terus jika kamu tidak mendapat kan handphone ,apakah kamu kan hidup senang dengan pujian teman temanmu disekolah(dengan suara yang keras)
dan ia pun kembali menangis dan kecewa.
Saat dia berada di rumah pamanya dia pun ingin pergi namun pamanya tidak memberi dia pergi .namun ia tatap melawan pamanya sampai sampai pamanya kembali memarahinhyadan berkata;
Paman;Mau pergi kemana kamu?kamu mau jdi gembel diluaran san hanya karena handphone
Lalu anggun terdian dan tidak jadi untuk pergi.Lalu ia pun duduk dan mendengar nasehat dari pamanya yang mengatakan:
Paman;Anggun lihatlah kondisi orang tua mu,lihat lah adik adikmu yang masih kecil kecil,bayangkan jika kedua orang tuamu meninggal apakah kamu bisa hidup bersama adik adikmu? Sekarang kamu sudah beranjak dwasa jadi malu lah denagn sikapmu ini.
Anggun;aku tahu itu paman,tpi aku sudah sepantasnya untuk memiliki androit seperti teman temanku. Aku hanya ingin handphone ,tidak lebih.Aku janji aku tidak akan meminta apa apa asal aku dibelikan handphone;
Paman;Yasudah kalau begitu handphone kamu akan dibelikkan namun bukan sekarang karena sekarang orang tuamu tidak mmemiliki uang yang cukup.
Tiba tiba ibunya pun datang dan marah marah kepada anggun dan berkata dengan nada kesal
Ibu anggun; jika kau ingin beli handphone kamu harus bekerja untuk membeli handphone mu karna ibu bukan hanya memnuhi kebutuhanmu saja tpi kebutuhan adik adikmuu.
Lalu anggun pun kembali memarahi ibunya dia berkata
Anggun; memang aku gak pernah diperdulikan hanya manusia yang tiga itu saja yang ibu dsanbapak anggap memang aku tak ada gunanya untuk kalian semua, dan ia pun menangis
.lalu datanglah pamanya dan berkata dengan suara yang keras
Paman; sudah diam ibu anak sama saja ,tidak ada malunya
Anggun;.Gimana aku mau baik ibuku saja bersifat tidak baik( potong anggun saat pamannya berbicara)
Lalu anggun lari dan pergi entah kemana ia pergi.lalu semuanya pun pergi mengejarnya tapi dia sudah terlanjur pergi jauh tiba tiba saat di perjalanan ia tersenggol motor lalu pengendara membantunya dan membawa ke apotik terdekat dan ternyata dia adalah teman anggun saat duduk dibangku SD yang bernama anita dan mereka pun pergi ke apotik.
Setelah selesai dari apotik teman anggun pun menawarkannya untuk diantar pulang kerumahnya.Namun anggun menolak tak ingin pulang kerumah yang berkata
Anita; ayo aku antar kerumahmu sekalian aku bertemu orang tuamu (,namun anggun menolak)
dengan berkata
anggun;aku tidak mau pulang kerumahKarna aku tak ingin bertemu keluarga ku
Anita; trus kalau kamu tidak mau pulang kerumahmu,kemana kamu akan pergi,dan ada masalh apa kamu dengan keluarga kamu
Anggun;Aku tidak tahu akan pergi kemana lagi karna aku sudah tak ada gunanya berada di tengah tengah keluarga ku,aku tidak mau pulangkerumah karena tadi aku hanya ingin dibelikan handphone androit oleh orang tua ku namun mereka selalu berkata tidak memiliki uang ,padahal merekamasih memiliki uang.Mereka hanya perduli kepada ketiga adikku.Ibuku lebih memilih membelikan handphone untuk adikku yang masih SMP dibading aku yang sudah beranjak dewasa.Bagaimana aku tidak kesal,sedih,dan kecewa dengan hal itu,namun mereka tak pernah mengerti keadaan aku .kadang aku malu denagn teman temanku mereka sudah tahu segala hal dengan androit masing masing . sedangkan aku tidak punya apa apa(dengan muka bersedih)
Anita;yasudahlah mungkin keadaan orang tuamu sekarang belum bisa untuk memnuhi kebutuhanmu karna hidup ini tak segampang membalikkan tangan ,jdi bersabarlah semua pasti ada jalanya(sambil memeluk anggun)
Anggun; yaudah lah ayo kita pulang kerumahku
Mereka pun pulang kerumah,sesampainya dirumah anggun merasa bingung karena rumahnya terlihat gelap,sunyi,sepi,namun puntunya tidak terkunci.Lalu ia langsung menyalakan lampu dan setelah lampunya menyala tiba tiba banyak orang yang muncul dan menyayikan lagi happy birthday kepadanya
Anggun pun menangis bahagia ,dan ia tidak menyangka bahwa orang orang yang ia rasa tadinya tidak perduli padanya masih menginat hari ulang tahunnya yang ke 17 tahun.Datanglah Ibunya dengan membawa sebuah kotak dan memberinya kepada Anggun. Dan berkata
Ibu; selamat ulang tahun Anggu semoga kamu diberkati Tuhan YME,maaf jika selama ini kamu merasa kurang perhatian dari kami(sambil memeluk anggun) nak.ini ada hadiah dari kami semoga kamu suka nak
Anggun;ia bu makasih buat semua nya(sambil menghapus air matanya)
Ibu; ayo silahkan dibuka kotaknya
Lalu Anggun membukanya dengan wajah penasaran, ternyata Ibunya memberi dia sebuah handphone dan ia pun langsung memeluk ibunya sambil tersenyum.
Anggun; terimakasih semuanya, prank teman teman serta keluargaku sangat berhasil membuat aku menangis,aku sangat tidak menyangka dengan ini semua.Aku juga minta maaf kepada Ibu,Bapak,Paman karna tadi aku sudah melawan dan mengacuhkan nasehat nasehat kalian semua,makasih juga buat handphone nya
Ibu;ia nak(sambil memeluk anggun)
SELESAI;)
NB: Jangan malu dengan keadaan hidupmu maupun keluargamu,karena malumu terhadapa teman, itu tak penentu kehidupan yang kekal di masa depanmu.Jadi mari hormati orang tuamu
Akhir kata saya ucapkan ````````Terimakasih````````
*horas horas horas*
Senin, 09 Desember 2019
indahnya persahabatan
CERPEN
INDAHNYA SEBUAH PERSAHABATAN
karya; cindy alvionica Lumban Gaol
Di sebuah kota ada 2 orang perempuan remaja yang bersahabat. keduanya saling mengasihi satu sama lain. Mereka berdua yaitu yang bernama Dewi dan Tini Mereka sekarang duduk di kelas 1 SMA.
Dewi adalah anak orang kaya dan hidup serba berkecukupan. Apapun yang diinginkannya selalu terpenuhi. Seperti halnya Dewi, seorang anak orang kaya yang menjadi banyak sorotan, berangkat dan pulang sekolah selalu diantar oleh supir pribadi dengan mobil mewahnya.
Meskipun bergelimang harta, Dewi dan kedua orang tuanya tidak sombong. Dan mereka merupakan orang yang baik dan ramah. Dan mereka tidak berpatok pada harta dalam bergaul.
Sedangkan Tina hanyalah anak yang hidup pas-pasan akan tetapi Dewi sangat Setia menemaninya dalam menghadapi lika-liku kehidupan. Rumahnya Tina sahabat Dewi tinggal di kampung dekat rumah Dewi.
Setiap harinya Dewi selalu mengajak Tina sahabatnya naik mobilnya dan pergi ke sekolah bersama-sama. Di sekolah mereka selalu bersama, ke kantin, ke toilet, dan layaknya seperti saudara kandung. Terkadang orang-orang di sekitarnya pada iri melihat keakraban mereka berdua.
Ketika pembayaran dana sekolah tiba, Tina terkadang mengeluh karena tidak mempunyai uang untuk membayar uang sekolahnya dan Tina terus dituntut oleh bendahara sekolah dan Tina Pun Menangis karena tidak dapat membayar uang sekolahnya dan di satu sisi dia malu karena ditegur bendahara di depan teman-temannya.
" Sungguh malang nasib Tina".
Dan Dewi sahabat Tina datang menghampiri Tina. Dewi memeluk Tina dan mengusap air matanya. "Tina jangan menangis.Aku akan berusaha membantumu untuk melunasi dana sekolahmu itu". kata Dewi
Tina pun tersenyum dan terharu terhadap Dewi dan Tina pun memeluk Dewi dengan erat dan Tina sangat berterima kasih terhadap Dewi sahabatnya.
Malam pun tiba dan Dewi pergi menemui ayahnya. "Ayah Apakah aku bisa Minta uangmu"? Tanya Dewi
"Untuk apa Wi"? ujar Ayah
"Jadi gini yah, tadi Tina Dimarahi guru di sekolah karena belum membayar uang sekolahnya 3 bulan dan Tina menangis dan orang tua Tina juga belum mempunyai uang dan aku sangat merasa kasihan kepada Tina ayah". jawab Dewi
"Oh. Jadi begitu, ayah akan membantu Tina membayar uang sekolahnya. Tapi, sama kamu, ayah kasih uangnya". jawab Ayah
"Baik ayah. Terima kasih banyak yah". jawab Dewi
Dan esoknya Dewi pun mengajak Tina ke kantor guru untuk menemui bendahara dan mereka pun membayarnya dan Tina sangat berterima kasih kepada Dewi sahabatnya. Sepulang sekolah Tina pergi ke rumah Dewi untuk menyampaikan ucapan terimakasih ibunya. Setelah pulang dari rumah Dewi, Tina pulang ke rumahnya.
Setibanya Tiba dirumah, Tina mendapat Ibunya sudah terbaring di tempat tidur dan ternyata ibunya sedang sakit demam tinggi. Tina pun langsung berlari ke Puskesmas untuk memanggil bidan dan ibunya pun diberi obat kelas 8 harinya Dewi datang ke rumah Tina untuk mengajaknya pergi ke sekolah akan tetapi tidak terlambat bangun dan tidak mendengar suara Dewi dan Dewi terpaksa pergi ke sekolah sendirian dan merasa sedih karena tidak pergi ke sekolah dan juga tidak membuka pintunya.
Tiba pulang sekolah, Dewi langsung menemui Tina ke rumahnya. Dan Dewi berkata kepada Tina "Tina, Kenapa kamu tidak sekolah dan Tadi pagi aku sudah mengetuk rumahmu, akan tetapi kamu tidak membukanya"? Tanya Dewi
"Maaf wi, tadi pagi aku kesiangan karena tadi malam aku begadang menjaga ibuku yang sedang sakit". jawab Tina
" Ya sudah, tidak apa-apa, semoga ibumu Cepat sembuh ya Tina". jawab Dewi
" Amin, Makasih Dewi". Jawab Tina
Dewi pun pulang ke rumahnya diantar oleh Tina sampai ke gang depan. karena Dewi agak sedikit penakut Jika jalan sendirian karena Dewi sudah terbiasa diantar oleh supir pribadinya.
Hari pun berlalu, sudah hampir 2 minggu Tina tidak mengunjungi rumah Dewi.
"Hmm, Tina ke mana ya Bu? biasanya hampir setiap hari Tina main ke rumah kita, tapi ini sudah hampir dua minggu Tina tidak datang lagi". ujar Dewi
"Mungkin Tina sedang sakit". jawab Ibu Dewi
"Ih, Iya juga ya Bu, Siapa tahu memang Tina lagi sakit. kalau begitu nanti sore Dewi mau menengoknya". katanya dengan penuh semangat
sudah lima kali Dewi mengetuk rumah Tina. Karena menunggu lama tidak kunjung dibuka akhirnya Dewi memberanikan diri untuk bertanya kepada tetangga Tina. Benar saja, ternyata sudah 2 minggu Tina ikut orang tuanya pulang ke desa, sebab ayahnya habis kena PHK. Akhirnya, keluarga Tina memutuskan untuk kembali ke desa dan memilih menjadi petani. Karena dari situ mereka dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan berencana untuk memindahkan Tina ke sekolah baru yang ada di desa.
"Oh, kasihan sekali Tina". Ujarnya dalam hati
"Ada apa Wi? kok kamu enggak seperti biasanya malah tampak lesu dan Kurang semangat". Tanya ayah
"Tina Ayah". jawab Dewi
"Memang Ada apa dengan Tina"? Tanya Ayah
"Tina pulang kampung ke desa, karena ayahnya terkena PHK". jawab Dewi
"Kasihan sekali Tina". jawab ayah
"Aku harap, Ayah bisa menolong Tina". Ujar Dewi
"Maksutmu"? Tanya Ayah
"Aku pengen Tina bisa di sini lagi"! Ujar Dewi
"Baik Kalau itu bisa buat kamu senang. Tapi kamu harus bisa mencari alamat rumah Tina". kata ayah
Berkat bantuan pemilik kontrakan Bekas rumah Tina akhirnya tiga hari kemudian Dewi berhasil memperoleh alamat rumah Tina yang berada di desa. Ia merasa senang. kemudian Ayah bersama dengan Dewi datang ke rumah Tina di sebuah desa terpencil dan lokasi rumahnya masih masuk ke dalam lagi. Bisa ditempuh dengan jalan kaki 2 Km. Kedatangan kami disambut oleh keluarga Tina. Dewi dan Tina pun berpelukan cukup lama untuk melepas rindu. Pada awalnya Tina sangat kaget dengan kedatangan Dewi secara tiba-tiba. Maaf ya Wi. Aku tak sempat memberi kabar ke kamu kalau aku mau pindah.
"Ah, tidak apa-apa". Ujar Dewi Yang penting aku sudah ketemu kamu dan merasa senang. Setelah berbincang cukup lama, Ayah menjelaskan tujuan kedatangan mereka kepada orang tua Tina. Ternyata orang tua Tina tidak keberatan, mereka menyerahkan segala keputusan kepada Tina sendiri.
"Begini, Tina kedatangan kami kemari, ingin mengajak kamu untuk ikut kami ke Surabaya. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Tina, apakah kamu bersedia ikut"? Tanya Ayah
"Soal sekolahmu". Lanjut Ayah
"Kamu nggak usah khawatir. Seluruh biaya pendidikanmu bair ayah yang menanggung". Ujar Ayah dengan rendah hati
"Baiklah, jika memang bapak dan Dewi menghendaki saya ikut, saya mau pak. Saya juga mengucapkan terimakasih atas kebaikan bapak mau membantu saya dan menolong keluarga saya". Jawab Tina dengan penuh semangat
Kemudian Dewi bangkit dari tempat duduk kali mendekat memeluk Tina. Sementara orang tua Tina tetap tinggal di desa. Selain untuk mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Tina yang sudah semakin tua.
Sekian
Terima Kasih!☻
berubah
Berubah
By Diyonifin Anugerah Purba
”Ejekan mereka terus saja terngiang di telinga hingga lubuk hatiku! Mereka memang seperti itu. Aku memang anak yang lahir dari keluarga yang miskin, tetapi tidak harus diperlakukan dengan cara seperti ini.”
Tiba-tiba aku mengingat masa-masa SD-ku dulu. Kata-kata itu kuucapkan pada Ibu saat aku pulang dari sekolah 15 tahun silam. Ya, begitulah, setiap kali aku mengingat itu semua, aku benar-benar sedih dan air mata pun tertumpuk di pelupuk mataku. Bagaikan hujan yang tak dapat dibendung lagi. Eenarnya aku sedang sibuk hari ini, etapi entah mengapa peristiwa-peristiwa itu terlintas kembali di benakku. Aku menangis di kantor karena teringat akan keluargaku dikampung. Ayah yang sudah renta, dan Ibu yang harus mengurus dan merawat Ayah karena sudah sakit-sakitan dimakan usia. Airmataku membasahi pipiku yang membuat teman rekan kerjaku heran dan bertanya tanya tentang apa yang menyebabkan aku menangis tiba-tiba. Ketika aku ditanyai mengapa menangis yang bisa kulakukan hanya menggelengkan kepala.
Ya! Inilah kisah hidupku. Aku dilahirkan dari keluarga yang bisa dikatakan dibawah kata berkecukupan. Bagaimana tidak? Kami ada 6 bersaudara anak dari Ayah dan Ibu yang harus mereka hidupi untuk makan sehari-hari ditambah biaya sekolah. Aku anak keempat. Kami hidup dari hasil keringat Ayah sepenuhnya. Tidak ada warisan sedikitpun dari kakek untuk Ayah. Kami tinggal di rumah kontrakan sederhana yang kami anggap sebagai istana kami. Aku sering merasa direndahkan oleh teman-temanku. Mungkin karena aku miskin dan tidak punya apapun dibanding dengan mereka yang mempunyai segalanya. Aku sering menangis setiap pulang dari sekolah setiap harinya. Para kakak dan abangku juga demikian. Kami merasa disetiap waktu, itu adalah peristiwa buruk dalam hidup kami, kecuali ketika berada dirumah. Karena dirumah ada sosok motivator yang luar biasa menyirami kami dengan harapan dan cita-cita. Yaitu Ayahku tercinta.
Hari itu aku menangis lagi saat pulang dari sekolah.
“Loh, kok menangis nak?”Tanya Ibu
“Bu. Tadi Mira diejek sama teman-teman Mira Bu.”
“Karena apa? Coba cerita sama ibu, biar kamu lebih tenang.”ucap Ibu
“Tadi Ibu Guru bilang kalau SPP Mira nunggak 1 semester Bu, terus semuanya langsung melihat kearah Mira sambil bilang kalau Mira itu orang miskin, bu.”
“Terus kenapa sampai nangis begini nak?”
“Ibu Guru juga bilang kalau Mira belum melunasi SPP, Mira gak boleh ujian hari senin depan Bu.”
“Oh, begitu. Yaudah, Mira gak usah nangis lagi ya anak. Ibu akan coba pinjam diut sama bu Haji nanti. Siapa tahu dikasih. Sekarang kamu ganti pakaianmu dan jangan nangis lagi ya nak!”
“Iya bu. Makasih ya bu! Ibu itu udah baik banget sama Mira”
“Hmm… Itu adalah tanggung jawab Ibu sebagai orang tua nak. Membiayai kalian semua anak-anak Ibu. Sampai sukses nanti.”
“Iya bu, yaudah Mira ganti baju dulu ya bu”
Saat itu sebenarnya hatiku teriris, namun itu semua berlalu sampai aku lulus dari SD dan ingin melanjutkaan studyku di SMP. Ibu dan Ayah mengizinkan dengan syarat aku harus semakin rajin dan mampu bersaing dalam belajar dengan teman-temanku yang lain. Aku menyanggupinya dan mulai bersekolah di SMP. Semester 1-3 aku dapat ranking 2 umum dan semester 4-5 aku mendapat ranking 1 umum. Ayah dan Ibu semakin berusaha dan semangat, mereka menginginkan aku melanjutkan studyku ke jenjeng SMA, lain dari kakak dan abangku yang tidak melanjutkan ke SMA. Namun, dibalik semua perjuangan orang tuaku, ketika aku Mulai didekati oleh teman disekolah yang sering mengejekku. Aku mulai sombong dan nyaris lupa diri. Aku sering berfoya-foya dari hasil kerja orang tuaku. Bahkan kakak dan abangku pun ikut bekerja demi membiayai pendidikanku.
Aku lulus dari SMP dengan nilai paling tinggi disekolahku. Pada saat penerimaan SKHUN,orangtuaku dipanggil ke depan para siswa dan orangtua mereka. Namun entah mengapa aku Mulai merasa malu dengan keadaan orangtuaku.
Banyak yang berdecak kagum terhadap Ayah dan Ibu, tetapi tidak denganku, aku menjadi salah tingkah dan memasang wajah sinis terhadap mereka berdua. Namun, mereka tetap memandangku dengan lembut dan memancarkan rasa bangga dari senyuman mereka.
Aku diterima di SMA favorit di daerahku, berbeda dengan saat SMP, aku tidak mampu mendapatkan peringkat lagi di SMA.
Aku kebingungan dan Mulai mencari penyebabnya. Lalu saat itu aku sadar, ternyata aku selama ini telah berubah menjadi seorang yang sombong dan sepele terhadap orang lain. Aku menyesal telah membuat orangtuaku kecewa. Segera aku meminta maaf kepada mereka, lalu perlahan-lahan aku mengubah sikapku. Aku kembali menjadi Mira yang dulu, Mira yang selalu bersyukur, Mira yag bangga empunyai orangtua seperti Ayah dan Ibu, Mira yang ramah dan Mira yang taat beribadah. Akhirnya saat kelas XI Semester 2 aku kembali menampakkan diri di dunia pendidikan, aku endapat ranking 1 di kelas, lalu pada saat kelas XII aku mendapat ranking 1 umum.
Aku lulus dengan nilai terbaik, kembali llagi au menyumbangkan kebanggaan terhadap kedua orangtuaku.
Aku diterima di Universitas Indonesia dan menerima beasiswa,
seluruh biaya sekolah dan uang saku ditanggung oleh Negara. Oangtuaku tidak perlu mengeluarkan sepeserpun untuk biaya kuliahku.
Ketika sekarang aku mengngatt Semuanya, aku enangisi diriku. Mengapa aku bisa seerti ini! Jikalau saja saat itu aku eru dibawa oleh arus kesombonganku, mungkin sekarang aku sudah berhenti dari kehidupan mewah ini.
Ya, mungkin inilah jalan hidupku yang diberikan Tuhan. Yang jelas, kita harus tetap bersyukur dan berada pada jalan yang benar.
trauma
karya;rismaria sipayung
trauma karena materi dengan beberapa karyawannya. Leh sebab itu, Pak Toni kerap menipu para karyawannya yang datang ke ruangannya,”
Kemudian pemuda itu pergi meninggalkan sebuah perusahaan tersebut dan ia pergi ke sebuah tamann yang dekat dengan perusahaan dan iapun sambil merenung dan memikirkan apa yang telah ia lakukan pada hari itu dan iapun berkata, “mengapa Pak Toni setega itu padaku dan pada semua orang yang hendak melamar pekerjaan di perusahaan itu?” tanya si pemuda itu. Sesaat ia bepikir lagi besok aku akan kesana lagi dan mencoba melamar pekerjaan di sana manatau aku diterima sebagai pekerja di sana. Kemudian iapun meninggalkan taman itu.
Keesokan harinya ia bergegas untuk pergi dan melamar pekerjaan di perusahaan yang semalam ia datangi.
Sesampainya disana iapun bertanya kepada salah seorang karyawan yang sudah lama bekerja disana dan diapun bertanya.
“Apakah Pak Toni ada di dalam?” tanya si pemuda itu.
karya;rismaria sipayung
Lalu seorang karyawan itupun menjawab dengan suara yang lembut sambil ia memberitahu kepada si pemuda itu agar jika memasuki ruangan Pak Toni haruslah sopan dan haruslah ramah dan tidak perlu banyak berbicara karena Pak Toni trauma saat dia melamar pekerjaan dulu yang dimana pada saat itu ia dibentak-bentak atasannya karena ia masuk dan langsung enanyakan dengan suara lantang sehngga atasannyapun mengatakan tidak ada…. keluar, ujarnya oleh sebab itu Pak Toni tidak mau banyak bicara kepada siapapun jika memsuki ruangan Pak Toni dengan suara yng lantang dan keras melainkan harus ramah, sopan, dan menggunkan suara yang lembut.
Kemudian si pemuda tersebut mengatakan pada salah satu karyawan yang telah lama bekerja disana itu “terimakasih telah memberi tahu saya akan semua itu. Saya akan ingat apa yang telah anda sampaikan pada saya,” ujar si pemuda itu.
Kemudian karyawan itupun menyuruhnya untuk menemui Pak Toni besok saja karena Pak Toni pernah trauma disaat dia melamar kerja dulu disaat dia belum bekerja dan dia atau Pak Toni trauma dengan itu dengan semua itu.
Kemudian pemuda itupun mengerti dan diapun meninggalkan kantor tersebut.
Lalu pemuda itupun datang ke perusahaan Pak Toni keesokan harinya dn diapun mempersiapkanb
dirinya dengan penuh perjuangan dan dia mempersiapkan apa yang peru dipersiapkan kemudian diapun pergi mengetuk pintu ruangan Pak Toni.
“tok…tok…tok…”
Dan diapun tak berkata-kata dan Pak Tonipun mempersilahkan pemuda itu untuk masuk keruangannya dan Pak Tonipun berkata kepada si pemuda itu, “silakan duduk”
Kemudian pemuda itupun duduk dan langsung memulai pelamarannya dan dia langsung memberikan beberapa berkas miliknya dan Pak Tonipun memeriksa berkas yang dia berikan.
Kem udian Pak Tonipun tersenyum dan sambil tersenyum-senyum melihat berkas-berkas yang dia berikan itu dan Pak Tonipun berkata pada pemuda itu, “lumayanlah.”
Dan Pak Tonipun menerima lamaran dari pemuda itu dan dia berkata pada pemuda itu, “ini semua cukup bagus” Dan Pak Tonipun akhirnya menerima lamarannya pemuda itu.
Lalu pemuda itupun bergegas keluar dari ruangan Pak Toni dan dia mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Toni karena telah menerimanya.
Keesokan harinya ia masuk dan Mulai bekerja sebagai karyawan kantor dia tak pernah kelihatan seperti kelelahan setiap bekerja. Dia adalah salah satu karyawan yang bekeja di kantor itu yang mau menyapa atasan maupun teman yang bekerja di perusahaan itu bahkan ia sudah dikenal di setiap sudutkantor karena keramahannya. Dan gajinya juga tela dinaikkan.
Seua orang heran kepada Pak Toni karena pemuda yang baru ekerja itu diberi kenaikan gaji dan banyak yang sirik dan tidak suka kepada pemuda itu.
Namun hanya Pak Toni sajalah yang bisa menilai seorang karyawan yang bekerja dikantornya. Walaupun banyak orang yang tidak suka terhadapt pemuda itu tetap saja dia tidak terpengaruh dia tetap mengerjakan pekerjaannya dengan penuh sukacita dan kegebbiraan yang selalu adda pada wajahnya dia tidak pernah mendengar apa kata orang lain padanya.
catatan balas dendam
“CATATAN BALAS DENDAM”
BY: CLAUDIA FRANSISKA SITINJAK
Pada suatu hari hiduplah sebuah keluarga yang sederhana yang terletak di sebuah kota.
Keluarga ini terdiri dari ayah,ibu,dan dua orang anak. Anak yang pertama bernama Billy
.Billy adalah seorang anak lelaki yang baik hati,dia sedang melanjutkan sekolahnya di perguruan tinggi negri dengan jurusan yang telah ditentukan olehnya yaitu jurusan bahasa inggris. Billy memiliki seorang adik perempuan yang bernana Nelly. Nelly sedang duduk di bangku kelas satu SMA dia adalah orang yang sangat cantik dan baik hati. Orang tua mereka mempunyai usaha rumah makan yang sering di datangi pengunjung oleh karena itu usaha rumah makan yang mereka buka selau ramai. Tetapi meskipun begitu mereka sering makan dengan lauk ikan asin karena lauk ayam yang mereka jual ckantin.
Shyrine berkata “ kamu tidak merasa aneh dengan jihoon?”
lalu nelly bertanya “ memangnya mengapa? aku hanya merasa biasa saja kok.”
Lalu shyrine berkata lagi” tadi pas kamu pingsan dia langsung panic dan menggendong mu”
Lalu nelly terdiam. Tiba tiba jihoon dan temannya datang dan duduk di depan nelly sehingga
nelly bertanya heran apakah itu benar sambil menatap wajah jihoon yang tersenyum manis
.tiba tiba jihoon langsung berkata “tolong bergeser sedikit aku ingin melihat menu makanan
yang berada di balik kepalamu” nelly langsung tertawa .
Terlihat Tercapai Namun Rasanya Sia-sia
Oleh Joy Firdaus Hamonangan Silalahi
Terik,panas begitulah rasanya yang dirasakan bocah berumur 5 tahunan yang sedang menyapu jalanan kota itu. Bagai kain basah yang baru diperas, begitulah juga tubuhnya yang basah, mengeluarkan banyak keringat. Ayah dan ibunya sedang memotong tumbuhan tumbuhan liar di taman kota. Sementara gadis kecil,kakanya bolak balik membawa keranjang sampah kecil,mengantari sampah yang telah disapu dan dikumpulkan olehnya.
"lihat mereka, penuh gairah, penuh senyuman dengan kehidupan mereka. Kenapa aku dan kamu tidak bisa seperti itu?" tanyanya pada kakak perempuannya sambil memandang para siswa pulang sekolah.
"Mengapa kamu bertanya begitu? Bukankah makan dan minum saja sudah bersyukur kita dapatkan? Kamu bisa lihat sendiri bagaimana keadaan kita saat ini. Tidak ada yang baik dalam keluarga ini."Sahut kakaknya
Ibunya perlahan-lahan mendengar apa yang mereka perdebatkan,ia lalu pergi menjauh dan merenung di bawah sebuah pohon.Cukup lama dia merenung,hingga tanpa dia sadari,air mata nya pun keluar.Karena dia tersadar bahwa suami dan anak-anaknga mulai memperhatikan dia,dia lalu mengusap air matanya dan kemudian memanggil mereka untuk makan siang.Mereka makan seperti biasanya dengan nasi,lauk seadanya dan air putih.Sambil makan,ibunya menatap mereka lalu bertanya.
"Apakah kalian tidak malu hidup seperti ini,dengan orang tua yang keadaannya baegini?"
"Malu? Untuk apa?"sahutnya.
"Lihatlah anak-anak itu,mereka bisa berpendidikan,apa kalian tidak merasa minder?" tanya ibunya seraya menjelaskan apa yang dia maksudkan.
"Aku tidak malu,mereka hanya diberi sedikit rejeki oleh tuhan,kita hanya butuh sedikit bersabar untuk itu."sahutnya kembali
"Jadi apa kamu pikir,kedepannya nanti kau akan lebih baik?"kakak nya menyangkal
"Kenapa tidak? Kita hanya butuh kerja keras dan doa yang tulus."katanya kembali.
"Alahhh...Sudahlah cukup sadari dirimu dan keluargamu siapa. Makan saja sudah syukur, buat apa berangan angan terlalu tinggi."kakaknga kembali menjawab.
"ehhh..kalian ini,jangan mematahkan semangat adikmu,tidak salah dia bermimpi tinggi. Sudah lah,jangan berdebat,ayo kuta lanjutkan ini,tinggal sedikit lagi kok,setelah itu kita pulang." sahut ayahnya sambil berdiri.
Seperti malam biasa,sebelum tidur dia selalu diceritakan sebuah dongeng oleh ayahnya
"Ayah,ingatlah suatu saat nanti,aku akan membangun rumah mewah sebesar rumah para artis artis yang di tv itu untuk kita tinggal."katanya dengan nada percaya diri.
"Hahaha.. Sudah lah nak. Itu hanya milik orang orang kaya dan memiliki uang yang sangat banyak,kita ini hanya orang miskin yang tidak punya apa apa. Sudahlah lebih bakk kamu tidur."kata sayang ayah sambil meyelimuti badannya.
"Tapi ayah,aku janji akan membuatnya menjadi kelihatan nyata." katanya kembali.
"Ya sudah lahh.Semoga itu semua tercapai.Kalau begitu tidurlah,bagaimana kau bisa mewujudkannya jika kau tidak bersitirahat?" sahut ayahnya.
Keesokan paginya,dia berangkaf mencari barang barang bekas yang masih bisa di daur ulang dan bisa dijual.Saat dia melewati sebuah lapangan bola,ia mampir sekalian juga mengambil botol minuman bekas.Begitu lama ia disana,sehingga dia tidak sadar,hari sudah menjelang sore. Menyadari hal tersebut,ia bergegas pulang dan berlari ke rumahnya.
"Darimana saja? Dimana barang pulunganmu?" tanya ibunya melihat dia pulang
"Maaf ibu. Saya tadi teledor,saya menonton bola hingga kesorean." jawabnya sambil tertunduk
"Ya sudah lah,pergi mandi."lanjut ibunya
"Ibu,apakah aku bisa ikut bermain bola di lapangan besok?"tanya nya penuh harap
"Apa! Tentu saja tidak.Bagaimana mungkin kau bermain bola,pekerjaan kita banyak" kata ibunya menjelaskan padanya.
"Tolong lah bu...Aku akan tetap bekerja,aku hanya bermain sore hari saja. Sebentar saja buk" ia merengek.
"Nak...kalau kamu sempatkan main bola,bukan kah itu juga berarti kamu tidak bekerja. Artinya kamu mebuang uang" kata ibunya sambil memegang kepalanya.
"Bu..Sebentar saja" pinta nya seraya mulai menangis.
Melihat itu,ibunya tidak tega,ia mempersilahkan bermain bola tetapi hanya pada sore hari saja,itupun tidak setiap hari.Betapa senang hatinya mendengar itu,dipeluknya ibunya.
"Terimakasih bu..suatu saat akan kubuat bangga kalian dengan hobbyku ini"Katanya sambil tersedu sedu.
"Iya nak..ya sudah lah.Pergilah mandi"kata ibunya seraya menepuk pundaknya.
Dia berlari ke kamar mandi,karena begitu riangnya,ia bernyanyi nyanyi begitu riangnya.
"Heii...kecilkan suaramu,saya terganggu menonton televisi" sorak tetangga sebelahnya
"maaf paman..saya tidak bermaksud"jawabnya dari kamar mandi
Diteruskan nya mandinya hingga selesai
Keesokan harinya,dengan gugup ia mulai masuk ke lapangan dan mulai bermain main bola dengan anak anak lainnya.Walau jarang bermain bola,namun kemampuannya berada diatas rata rata anak lain yang sedang bermain di lapangan itu.Seperti mimpi,pada saat itu juga seorang pelatih sepakbola yang cukup terkenal di kota itu.Seperti kebanyakan pelatih, matanya langsung tertuju pada nya. Dia mempunyai kontrol yang bagus,dribble,skill,lari,dan ketahanan fisik yang bagus,begitu yang dilihat sang pelatih dari anak itu.Setelah selesai bermain si pelatih langsung menghampirinya.
"Nak..boleh berbicara sebentar."tannyanya
Sambil ragu ragu,juga agak sedikit takut ia mendekat
"iya paman,ada yang bisa saya bantu?"tanyanya gugup
"Siapa namamu?Kamu anak baru ya disini?" tanya si pelatih
" Nama saya Zola.Iya paman,saya masih baru disini,masih ini yang pertama kalinya ." jawabnya pada si pelatih
"Oh begitu.Dimana kamu tinggal? Bisa saya antar pulang."tanya nya
"Tidak usah paman. Saya bisa pulang sendiri."katanya sambil mengangguk
"Ayolah.Tidak usah takut pada saya,saya bukan orang jahat." kata sipelatih meyakinkannya
"Baiklah paman.Tapi maaf kalau saya merepotkan" katanya pada pelatih itu
"Tidak apa apa.Kan saya juga yang memaksa,yasudah lah ayo saya antar pulang"kata si pelatih.
Lalu sipelatih mengantarkannya pulang kerumahnya.Setelah sampai,dia memanggil ayahnya.
Ayahnya pun keluar lalu mulai berkenalan dan berbincang bincang dengan si pelatih.
Dia mengatakan bahwa dia ingin melatih anaknya menjadi pemain bola profesional karena anaknya memiliki bakat sepakbola yang bagus.
"Maaf pak.Bukannya saya tidak mau,tapi apa kami mampu untuk itu? Makan dan minum saja sudah syukur kami dapatkan" begitu jawaban ayah si anak.
"Kalau soal itu,tidak usah khawatir pak.Saya yang akan memenuhi semua kebutuhannya, saya hanya butuh persetujuan dari bapak" si pelatih menjelaskan
"Tapi bagaimana anak saya nanti? Apakah dia akan baik baik saja?" tanya ayah sianak kembali.
"Tidak apa apa pak.Saya jamin dia aman bersama saya" kata si pelatih lagi
"Baiklah pak.Saya serahkan kepada bapak saja. Tapi tolong,jika nanti bermain,jaga dia baik baik. Saya tidak mau anak saya kenapa kenapa."mohon ayahnya
"Baiklah pak. Itu biar saya yang atur.Sudah malam,saya pamit pulang dulu ya pak. Besok sore saya yang akan menjemput zola langsung" kata si pelatih
"Baiklah pak.Hati hati dijalan"sahutnya
"saya permisi pak"sahutnya
" iya pak silahkan" sahutnya dengan senyuman
Keesokan harinya,ia berangkat dijemput pelatihnya itu dan membawanya ke sebuah lapangan tempat bermain bola yang cukup luas.Pertama kali masuk ke lapangan ia begitu gugup karena begitu banyak orang orang yang berlatih.Bahkan kemampuan mereka juga sangat bagus,layaknya pemain profesional.Tetapi nalurinya yang terlahir sebagai pemain bintang,dia langsung cepat berbaur dan terbiasa dengan yang lainnya.Tahun ke tahun kemampuannya semakin bertambah,dia tumbuh menjadi seorang pemain sepakbola profesional yang memiliki kemampuan yang luar biasa.Baru berumur 17 tahun,dia sudah menjadi bintang dan terkenal di negaranya dan juga sudah menjadi pemain andalan di salah satu klub besar di negaranya. Melihat itu,ayah dan ibunya turut bangga,mereka selalu hadir saat dia sedang bertanding. Tidak diduga,pada masa itu klubnya melakukan tour ke inggris untuk melakukan pertandingan persahabatan dan untuk melihat sejauh mana kemampuan tim nya saat ini. Walau kalah sangat jauh,namun penampilannya yang mengesankan membuat salah satu tim yang mereka lawan,tertarik untuk memboyongnya dan menjadikannya pemain klubnya.Dia yang baru saja berumur 18 tahun,langsung ditawarkan bermain ke liga inggris,ini adalah kado terindah yang tuhan berikan pada saya selama ini, sahutnya dalam hati.
Semenjak memutuskan menerima tawaran bermain di inggris,kehidupan keluarganya berubah drastis,dari yang dulunya hanya penyapu jalanan dan pemulung,kini sudah menjadi pengusaha sukses.Semua usaha mereka tidak jauh jauh dari apa yang membuat mereka seperti sekarang ini yaitu sepak bola.Mereka mendirikan toko olahraga,hotel,dan usaha dibidang sepak bola lainnya,salah satunya yaitu jersey atau kaos bola dan perlengkapan bola lainnya.Setelah dua tahun bersama klub itu,dia kini selalu menjadi andalan untuk bermain melawan tim tim lainnya.Banyak kemenangan yang mereka dapatkan,oleh karena itu,tidak sedikit piala yang mereka dapat. Dia juga banyak mendapat penghargaan sebagai mvp (mos value player) biasa disebut man of the match,top score,pemain terbaik dan masih banyak lagi. Sampi pada titik puncak kemampuannya,dia ditawar bermain bersama klub yang sudah terkenal sekali,bukan hanya di eropa saja ,namun sudah selurih dunia.Cukup lama dia berpikir untuk menerimanya,bukan karena masalah bayaran tetapi karena ketatnya persaingan yang ada di klub itu.Tetapi dengan tekad,dukungan dan persetujuan orang tua nya, dia setuju pindah ke klub besaf itu.Dari sini,,kehidupannya dan keluarga berubah 360°,bisa dibilang mereka sudah menjadi orang kaya dengan segelintir harta yang berjumlah triliyunan
Tetapi masalah justru datang saat dia sukses,ayahnya jatuh sakit parah. Bahkan dari hari ke hari penyakitnya semakin tak terkendali akibat terlalu sering mengonsumsi alkohol dan beban pikiran yang sangat banyak.Sontak saja semua keluarganya heran dan bingung kenapa ayah mereka bisa sakit gara gara alkohol.Sampai pada akhirnya,ketika ayahnya sudah bisa diajak berbicara,ia menceritakan semua yang terjadi,kenapa dia begini dan kebapa dia mengonsumsi alkohol berlebihan.Dia memang sering mabuk karena merasa depresi saat keluarganya masih bekerja di jalanan dengan banyaknya masalah yang melanda.Hari ke hari semakin parah pula penyakit yang diderita ayahnya,sampai sampai dokter saja mengatakan bahwa umur ayahnya tidak lama lagi.Mendengar hal itu,semua keluarganya menangis, termasuk dirinya.Konsentrasinya buyar dan selalu kepikiran kepada ayahnya yang terbaring tak berdaya di rumah sakit.Saat kembali bermain sepakbola,kemampuannya berubah drastis, dia seperti tidak tahu sama sekali mengenai sepakbola lagi.Bahkan dia hampir depresi dan putus asa.Melihat kejadian janggal itu,pelatih mengiranya sedang bermain main dan tidak mau serius,bahkan karena emosinya si pelatih menyuruh dia pergi dan tidak usah bermain lagi. Tetapi pada saaf itu,kakak perempuannya datang ingin melihat keadaannya,dia melihat adiknya yang begitu tidak punya semangat dan muka yang murung.Dia lalu menjelaskan kepada si pelatih tentang apa yang dialami oleh keluarganya,begitu juga adiknya.Pelatih itu hanya diam,dia merasa bersalah karena dia juga pernah merasakan hal demikian.
"Maafkan saya.Saya tidak tahu apa yang kamu dan keluargamu alami. Pergilah,bawalah dia pulang,dia butuh waktu untuk semua ini." kata si pelatih sambil memandang kakaknya
"Baiklah pak. Tetapi saya rasa dia akan sedikit lebih lama disana." kata kakaknya menjelaskan
"Tidak apa apa. Saya tahu ini sangat berat baginya,karena saya juga pernah merasakan hal yang sama.Bawalah dia kembali" kata si pelatih menuturkan
"Baiklah kalau begitu.Saya dengan adik saya permisi pak,sampai jumpa." kata kakaknya membalas
Setelah bertemu,ia melihat ayahnya terbaring tak berdaya dengan selang selang yang dimasukkan ke seluruh tubuhnya.
"Mengapa begini? Saat aku mulai bisa membuatnya bahagia,Tuhan malah membuatnya begini!"serunya dengan nada keras.
"Hei...Sudah lah.Mengapa kamu menyalahkan Tuhan? Inikan hasil perbuatan ayahmu sendiri.Jadi tidak perlu marah marah,yang kita butuhkan itu kesembuhan sayahmu. Jadi lebih baik kita berdoa saja." sahut ibunya menjelaskan.
Keadaan tersebut terus berlanjut hingga tiba tiba suatu hari ada keajaiban yang terjadi, ayahnya pulih ,bisa berbicara dan berinteraksi seperti biasanya.Walau hanya bisa terduduk lesu di ranjang rumah sakit setidaknya dia sudah bisa teesenyum.Semangatnya yang dulu hilang kini perlahan lahan pulih kembali,walau dengan waktu yang tidak sebentar.
"Nak..pergilah kembali ke timmu.Kalian kan ada peetandingan lusa.Menangkan lah itu."kata ayahnya lesu
"Baiklah ayah,aku akan pergi.Asalkan ayah harus janji.Ayah harus kuat dan bisa kembali sembuh." katanya sambil memegang tangan ayahnya.
"Hehehe.. Iya,ayah pasti kuat.Kau bermain saja dengan bagus."kata ayahnya teesenyum.
"Baiklah ayah,aku pergi.Jaga dirimu baik baik ya."katanya kepada ayahnya sambil memeluk ayahnya.
Saat kembali berlatih,ia kembali menunjukkan performa terbaiknya,sehingga dia teeoilih menjadi salah satu pemain yang dibawa bertanding.Sehari sebelum bertanding, ayahya kembali jatuh sakit dan dirujuk ke rumah sakit lagi.Ibunya sengaja tidak memberitahunya agar dia tidak kepikiran dan tidak teeganggu saat bermain nanti. Saat 8 jam sebelum pertandingan dimulai ayahnya meninggal dunia.Ibunya langsung menelponnya dan memberitahu kepadanya apa yang terjadi sambil menangis terisak isak.Tubuhnya serasa mati rasa, ia kangsung tergeletak di lantai sambil menangis.Dalam tangisnya,ia sadari sesuatu, bahwa dia punya janji kepada ayahnya harus memenangkan laga itu. Itu adalah janji terakhirnya kepada ayahnya. Ia pacu semangatnya,tidak boleh lemah! Bagitulah yang ada dalam benaknya.Saat sudah mau mulai pertandingan,dia sengaja tidak memberi siapapun agar tidak ada gangguan di timnya.Saat bermain,dia seperti biasa saja tidak ada gangguan sama sekali.Sampai pada menit 70 dia berhasil mencetak gol,dia berlari dan berteriak
"Ayahhh.....Sudah kumenangkan...Sudah kudapat...Sudah kumenangkan! Apa kau bisa kembali?" teriaknya di dalam stadion
Lalu dia tersungkur di lapangan dan menangis,dia sudah tidak tahan lagi. Semua rekan rekan setimnya heran dan bingung melihat tingkahnya itu.Lalu dia menjelaskan apa yang terjadi sambil menangis tersedu sedu,semua rekan rekannya merasa iba,bahkan tidak sedikit yang menangis atas apa yang dia alami.Mereka memeluknya seraya menyemangatinya dan mendoakan yang terbaik baginya.Selepas laga itu,dia langsung pamit dan pulang untuk bertemu keluarganya.
Sesampainya di rumah,dilihatnya ayahnya dalam terbaring di dalam peti dan semua keluarga yang melayat.Tak terbendung air mata dan tangisnya.
"Ayah..aku pulang.Laga tadi kumenangkan. Bangun lahhh.Apa kau tidak mau melihat anakmu ini menggapi cita citanya." katanya sambil menangis tersedu sedu.
Ibunya menariknya dan memeluknya.
"Sudahlah nak.Jangan lakukan sesuatu yang sudah pasti tidak bisa kembali."katanya sambil menangis
"Aku tidak kuat buk."katanya sambil menangis
"Sudah lah.Tuhan tahu apa yang terbaik pada kita."kata ibunya seraya terseyum.
Setelah itu,mereka berangkat bersama ke TPU setempat untuk memakamkan ayahnya.
Setelah kejadian itu berlalu,ia semakin terkenal,begitu juga dengan kekayaannya yang melejit naik.Dia kemudian membangun sebuah rumah besar,sama seperti rumah yang dulu pernah dia damba dambakan kepada ayahnya,bahkan rumah yang dia bangun,jauh lebih besar ketimbang yang dia angan angankan.Dia juga membeli mobil mewah,hotel,pesawat terbang,perusahaan,dan masih banyak lagi.Saat berkumpul bersama dengan keluarganya pada acara malam tahun baru,ia menghayal dan berkata dalam pikirannya "walaupun kali ini kami tahun baruan dengan rumah mewah dan semua yang ada,itu semua kurang bagiku.Yang ku mau hanya ayah saja."sambil melihat sekelilingnya.Tetapi di satu sisi,dia juga bahagia melihat kakak,ibu dan keluargaya yang lain bisa meikmati hasil jerih payahnya.Dalam sebuah acara penting,di sebuah stasiun televisi dunia dan live di seluruh dunia.Dan sebagai salah satu pemain terbaik dunia,ia mendapat kesempatan untuk diundang dan diwawancarai oleh para awak media.
"Anda sudah memiliki semuanya.Harta,kemewahan,ketenangan dan apapun yang anda inginkan.Apalagi yang kurang dan anda masih inginkan saat ini."kata salah satu pewawancara.
"Memang itu semua saya punya.Tapi apakah itu berarti jika saya bandingkan dengan apa yang telah ayah saya lakukan untuk membesarkan saya dan mendukung semua cita cita saya.Ambil lah semua yang ada pada saya,asal kembalikan ayah saya kedunia dan bersama saya lagi."katanya sambil tersenyum dan meneteskan air mata.
Penulis adalah Siswa SMA Negeri 1 Purba
kakak dan adik yang dermawan
karya ; kartago purba
jikalau kakak berkenan seperti itu
Pedagang: baik lah
mari Pada suatu hari di sebuah desa hiduplah dua anak sebatang kara yang sudah lama di tinggal orang tua nya di karenakan orang tua nya meninggal karena berusaha menyelamat kan kedua putra nya dari serangan para perampok.
Kedua anak bersaudara itu saling menjaga dan tak pernah bertengkar dan si adik selalu taat pada perkataan si kakak
Pada suatu hari saat si kakak dan si adik sedang mencari kayu bakar mereka menemukan sebuah goa yang sudah lama dan hampir runtuh
Kakak: adik coba kamu lihat di sebelah sana ada goa yang sudah lama !tunjuk si kakak
Adik:benar kak bagaimana jika kita melihat lihat nya ke sekeliling goa itu?tanya adik
Kakak:ide bagus ,jawab kakak
Dan setelah kakak dan si adik melihat lihat di sekitar goa ada silau an dari dalam goa tersebut dan si kakak berjalan masuk ke dalam goa tersebut.
Kakak: adik kemari dan lihat lah benda apakah yang berkilauan ini!tanya kakak
Adik: wah.. begitu indah nya benda berkilauan ini, bagai mana jika kita bawa ke rumah saja kak!tanya si adik
Kakak: baik lah mai kita bawa
Dengan hati yang sangat gembira kakak dan adik pulang ke rumah
Setelah beberapa lama tanpa sengaja lewat lah seorang pedagang dari rumah mereka dan kebetulan melihat si dua bersaudara tersebut
Dan bertanya apakah benda berkilauan yang sedang kalian pegang
Lalu si kaka menjawab maaf saudara saya juga tidak tahu benda apa ini sebenar nya
Setelah beberapa lama pedagang pun bertanya
Pedagang: sudikah saudara jika benda berkilauan ini saya beli dengan harga 100 keping emas?tanya pedagang
Kakak:bagai mana apakah adik setuju jikalau kita menukar kan benda berkilauan ini dengan 100 keping emas kan lumayan!jawab si kakak
Adik: saya setuju setuju kita lakukan barter dengan jujur
Setelah beberapa lama akhir nya pertukaran barang pun selesai an si pedagang pun pergi engan perasaan bahagia
Lalu si kakak dan si adik berfikir bagai mana cara mereka agar 100 keping emas itu dapat mereka gnakan karena 100 keping emas itu sudah cukup banyak pada masa itu atau sudah dapat meghidupi anak cucu mereka hingga turun temurun
Dan pada suatu hari si adik memiliki ide untuk membangun rumah,membeli sawah,dan mensedekah kan sebagian kepada masyarakat miskin dan si kakak pun setuju karena selama ini si adik selalu menemani nya dan si kakak tidak ingin mengecewakan si adik
Dan akhir nya mereka di kenal dengan dua saudara dermawanan
Yang kemudian diangkat sebagai kepala suku dan menjadi juragan yang baik hati dan di kenal akan kebaikan nya sampai pada akhir jaman nya mereka masih dikenang hingga kini
TAMAT…..
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Taubat Oleh Sadam* Hidup bagaikan durjana Tercebur ke dalam nista Membuatku jadi gila Hidupku berlumur dosa Merasa paling sempurna Terhentak...
-
Hasil Seleksi Anggota Baru Tahap I Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) Nama Peserta Prestasi 1. Febri Mira Rizki A+ (Istimewa) 2. Afni Ai...

